Aceh Tengah, Berita Merdeka Online — Kasus ambruknya teras Rumah Sakit (RS) Regional Takengon Aceh Tengah yang terjadi pada Jum’at sore (4/11) pekan lalu kini mulai masuk babak baru.

Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh mendatangi RS Regional yang terletak di Kampung Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, Kabupaten setempat, Rabu (9/11). Pantauan media di lokasi, Tim Khusus (Timsus) yang dibentuk oleh Polda Aceh itu memeriksa sekitar lokasi reruntuhan bangunan. Bahkan mereka masuk ke rungan utama RS itu.

Kedatangan mereka didampingi tim ahli dari Politeknik Negeri Lhokseumawe untuk melakukan survei awal ambruknya RS tersebut.

Timsus tersebut sudah memeriksa sejumlah berkas di tiga instansi yang dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru pada Selasa (8/11) kemarin.

Tiga instansi itu merupakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Tengah, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) dan RSUD Datu Beru Takengon Aceh Tengah.

“Benar, kemarin dari pihak Polda Aceh datang mencari data-data terkait pembangunan RS Regional yang ambruk beberapa waktu lalu,” kata Direktur RSUD Datu Beru Takengon singkat. Seperti diketahui, teras utama RS Regional yang terletak di Kampung Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing ambruk pada Jum’at sore 4 November 2022 lalu. Belum diketahui pasti penyebab ambruknya teras RS itu.

Saat ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh melakukan penyelidikan. “Polda Aceh telah membentuk tim khusus untuk turun ke TKP ambruknya RS Regional Aceh Tengah dengan menggandeng ahli untuk penyelidikan kasus itu,” kata Ditreskrimsus Polda Aceh, Sony Sonjaya. (Man)