Padang Panjang (Sumbar), Beritamerdekaonline.com Tim Penilai Lomba Koordinator Dasawisma Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 melaksanakan penilaian lapangan di RT 05, Kelurahan Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Harneli Bahar Mahyeldi selaku Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, serta dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, kader PKK, dan tamu undangan lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan itu Hendri Arnis, Ketua DPRD Kota Padang Panjang Imbral, S.E., perwakilan Dandim 0307/TD, perwakilan Kapolres Padang Panjang, Ketua Pengadilan Negeri Padang Panjang, perwakilan Kejaksaan Negeri, serta jajaran Pemerintah Kota Padang Panjang dan pengurus TP-PKK setempat.

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan Tari Gelombang, dilanjutkan dengan kegiatan seremonial seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, serta sambutan dari para pejabat terkait.

Tim penilai Dasawisma Sumbar bersama TP PKK meninjau lokasi penilaian di Kelurahan Bukit Surungan Padang Panjang

Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Maria Feronika Hendri Arnis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim penilai sekaligus menegaskan pentingnya peran dasawisma sebagai ujung tombak gerakan PKK di tengah masyarakat.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat 675 kelompok dasawisma di Kota Padang Panjang yang tersebar di 16 kelurahan dan dua kecamatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 188 kelompok masuk klasifikasi maju dan 487 kelompok klasifikasi berkembang.

“Dasawisma memiliki peran strategis dalam pemberdayaan keluarga, mulai dari peningkatan ekonomi rumah tangga, kesehatan keluarga, hingga pendidikan anak dan penguatan gotong royong,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kota Padang Panjang mengusulkan Dasawisma Dahlia 1 Kelurahan Bukit Surungan sebagai peserta Lomba Dasawisma Berprestasi tingkat provinsi tahun 2026.

Sementara itu, Wali Kota Hendri Arnis menegaskan bahwa pembangunan di daerahnya tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dari tingkat bawah.

“Peran dasawisma sangat krusial dalam memperkuat ketahanan keluarga, baik dari sisi ekonomi maupun sosial budaya. Pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan sosial,” katanya.

Ia menambahkan, melalui dasawisma, masyarakat didorong untuk lebih mandiri dan memiliki daya tahan terhadap berbagai persoalan, seperti kemiskinan, stunting, hingga dinamika sosial lainnya.

Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Harneli Bahar Mahyeldi, menyebutkan bahwa kegiatan penilaian ini merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tahun 2026.

Menurutnya, keberhasilan dasawisma akan berdampak langsung terhadap berbagai indikator sosial di masyarakat.

“Jika dasawisma berjalan dengan baik, maka berbagai persoalan seperti stunting, kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat diminimalisir,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara PKK, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan tujuan pembangunan, sejalan dengan tema tahun ini, yakni “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”

Kegiatan penilaian lapangan ini bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, yang menjadi momentum untuk menegaskan peran strategis perempuan dalam pembangunan, khususnya dalam membina keluarga dan generasi penerus bangsa.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.20 WIB dan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan aman dan tertib.

(Charles Nasution)