Shanghai, Beritamerdekaonline.com — Peluang produk unggulan daerah untuk menembus pasar internasional menjadi salah satu topik yang dibahas Yosia Yodan bersama Sandiaga Uno dan Anggawira saat mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai, China. Dalam pertemuan dengan Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Situngkir, kopi Bengkulu turut disebut sebagai salah satu komoditas daerah yang memiliki peluang untuk dikembangkan menuju pasar China.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka jejaring dan memahami peluang kerja sama ekonomi yang dapat mempertemukan produk daerah Indonesia dengan pasar internasional.

Bagi daerah seperti Bengkulu, terbukanya akses terhadap jaringan perdagangan internasional dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.

Indonesia memiliki beragam produk daerah dengan karakteristik dan nilai tambah masing-masing. Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan kesiapan produk, kesinambungan pasokan, kualitas yang konsisten, serta kemampuan pelaku usaha memenuhi kebutuhan pasar tujuan.

Karena itu, hubungan antara pelaku usaha dan perwakilan Indonesia di luar negeri menjadi salah satu ruang untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik pasar, calon mitra, serta peluang kerja sama yang dapat dikembangkan.

Kopi Bengkulu Berpeluang Diperkenalkan ke Pasar China

Kopi Bengkulu menjadi salah satu produk daerah yang dapat dijajaki pengembangannya untuk pasar China. Peluang tersebut dapat diarahkan melalui penjajakan dengan calon importir, distributor, perusahaan penyangraian, maupun pelaku industri kopi di negara tujuan.

Pengalaman perdagangan kopi Indonesia dengan pasar China menunjukkan adanya ruang untuk memperluas hubungan bisnis. Kementerian Perdagangan mencatat kegiatan business matching yang difasilitasi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai pada 18 Februari 2025 menghasilkan potensi transaksi kopi senilai 4,5 juta dolar AS antara perusahaan Indonesia dan pembeli dari Shanghai.

Potensi transaksi tersebut merupakan hasil kegiatan business matching secara terpisah dan bukan merupakan kesepakatan ekspor kopi Bengkulu dalam kunjungan Yosia Yodan bersama Sandiaga Uno dan Anggawira ke KJRI Shanghai.

Meski demikian, pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai jalur penjajakan perdagangan yang dapat dipelajari pelaku usaha kopi di Bengkulu.

Tahapan berikutnya dapat dilakukan melalui pemetaan calon pembeli, penyusunan profil produk, pengiriman sampel, serta penyesuaian mutu dan harga dengan kebutuhan pasar.

Kesiapan ekspor juga perlu dibangun dari tingkat produksi. Konsistensi mutu biji kopi, penanganan pascapanen, penyimpanan, ketertelusuran asal produk, dan kepastian pasokan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan calon mitra.

Pelaku usaha juga perlu memastikan persyaratan perdagangan dan ketentuan masuk produk ke pasar China sesuai dengan jenis kopi yang ditawarkan.

Peluang tersebut dapat mencakup kopi dalam bentuk biji hijau maupun produk olahan. Pilihan produk dapat disesuaikan dengan permintaan pembeli, kemampuan produksi, biaya pengolahan dan pengiriman, serta nilai tambah yang dapat dipertahankan di daerah asal.

Membawa Identitas Bengkulu ke Pasar Global

Pengembangan kopi Bengkulu ke pasar internasional tidak hanya berkaitan dengan perdagangan, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkenalkan identitas daerah.

Informasi mengenai asal kebun, karakteristik kopi, proses pengolahan, hingga cerita petani dapat menjadi bagian dari identitas produk. Pendekatan tersebut dapat memperkuat nilai produk apabila disampaikan secara konsisten dan sesuai dengan karakteristik pasar yang dituju.

Dalam konteks tersebut, pengusaha muda memiliki ruang untuk mengambil peran dalam pengembangan merek, desain kemasan, pemasaran digital, pengolahan produk, hingga komunikasi dengan calon pembeli dari luar negeri.

Kolaborasi antara generasi muda, petani, pengolah, pelaku usaha, dan mitra perdagangan dapat membantu menghubungkan potensi produksi daerah dengan kebutuhan konsumen internasional.

Jejaring internasional juga dapat membuka ruang pertukaran informasi mengenai perkembangan pasar dan pola permintaan. Namun, peluang tersebut tetap perlu diikuti dengan kesiapan usaha agar produk yang ditawarkan mampu memenuhi standar kualitas, kapasitas produksi, ketepatan pengiriman, dan kebutuhan mitra.

Kunjungan ke KJRI Shanghai

KJRI Shanghai memiliki peran dalam mendukung diplomasi ekonomi Indonesia di wilayah kerjanya, termasuk melalui bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata. Kegiatan promosi dan pertemuan bisnis menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan mitra di China.

Pertemuan Yosia Yodan bersama Sandiaga Uno dan Anggawira dengan KJRI Shanghai dapat menjadi ruang untuk memperoleh gambaran mengenai peluang tersebut sekaligus membuka komunikasi lanjutan terkait potensi produk daerah.

Bagi Bengkulu, penjajakan pasar internasional dapat menjadi momentum untuk memperluas pengenalan terhadap produk unggulan daerah. Kopi menjadi salah satu komoditas yang dapat dikembangkan dengan mengutamakan mutu, kesinambungan produksi, identitas produk, dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar.

Langkah selanjutnya dapat diarahkan pada pemetaan pasar dan calon mitra, penguatan kesiapan pelaku usaha, serta komunikasi lanjutan dengan pihak terkait.

Dengan pengembangan yang terarah, produk daerah tidak hanya memiliki peluang untuk dikenal di pasar global, tetapi juga berpotensi menciptakan manfaat ekonomi bagi petani, pengolah, tenaga kerja, pelaku usaha kemasan, hingga sektor pendukung lainnya di daerah asal.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.