banner 1028x90

Ada Ada Saja..!! Bermaksud Menyantuni Malah Diplesetkan Menerima Upeti. Pj Bupati Mahdi Efendi : Saya Sudah Memaafkan

Pj Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi saat melaksanakan shalat Idul Fitri 1444 H/2023 M di Mesjid Agung Baitul Makmur (foto dokumen Almanudar Beritamerdekaonline.com 5/5-2023)

Aceh Barat, Berita Merdeka Online — Ada ada saja! Niat baik Pj Bupati Aceh Barat Drs Mahdi Efendi untuk memberikan sebentuk tali asih atau santunan menjelang Lebaran Idul Fitri 1444 H, malah diplesetkan menjadi Pj Bupati sedang menerima upeti atau fee untuk proyek.

Semua itu karena ulah sekelompok orang yang ‘menggoreng’ foto tersebut menurut versi dan kepentingannya.

“Sebenarnya itu sudah terkait dengan konsekuensi hukum. Namun saya sudah bulatkan tekad, untuk mengambil hikmah dari kejadian ini. Saya sudah maafkan semua tudingan dan upaya menjatuhkan kepribadian saya secara personal maupun jabatan tersebut,” kata Mahdi yang dihubungi media massa, Jumat (05/05/2023) malam.

Mahdi merincikan, kejadian itu terjadi, Jumat (21/03/2023) lalu. Hari itu ia menerima kunjungan Ahmad Yani, Ketua Aneuk Syuhada Aceh Barat, serta ada enam orang lainnya. Dengan pertimbangan di ‘Hari Baik Bulan Baik’, Pj Bupati Mahdi menyangu tamunya, khususnya Ahmad Yani.

“Kita beritikad baik agar semua transparan, hingga kami berfoto bersama empat orang, yaitu Saya, Ahmad Yani, Haris dan Rusli dan dokumen asli ada pada kami. Eh ……tahu tahu muncul foto yang sudah di edit dan hanya tinggal tiga orang minus Ahmad Yani,” kata Mahdi.

Dan yang membuat Pj Bupati itu geleng kepala, muncul narasi yang benar benar melenceng dan sangat tendensius. Dalam foto itu dinarasikan, seakan akan Pj Bupati Mahdi sedang menerima uang fee untuk barter proyek.

“Jelas ini sudah jauh melenceng dan secara langsung ingin menjatuhkan trust serta kredibilitas saya selaku personal dan pejabat kepala daerah,” tandas Mahdi.

Atas beredarnya foto dan capture provokatif itu, Mahdi langsung ditanyai oleh koleganya, bahkan termasuk dari unsur birokrat. Namun dengan gamblang dijelaskan apa adanya, hingga mereka maklum. Karena mereka yang menjumpai Mahdi kala itu adalah elemen masyarakat biasa, dan tak ada kaitan dengan profesi kontraktor.

“Intinya saya sudah memaafkan, walau mereka yang ikut ikutan menyebarkan foto editan itu, tidak melakukan tabayyun atau klarifikasi dengan saya. Pokoknya kita ambil hikmah dari kejadian ini, hingga butuh kehati hatian di masa mendatang,” Pungkas Mahdi. (Almanudar)

Loading

Verified by ExactMetrics