PADANG PANJANG | Berita Merdeka Online — Dua dari sembilan santri Perguruan Islam Daarul Muwahhidiin (PIDM) Panyalaian yang dinyatakan lulus untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, tahun akademik 2026–2027 berasal dari Kota Padang Panjang. Keduanya merupakan saudara kembar, Syukra dan Syukri.
Syukra (perempuan) dan Syukri (laki-laki) adalah anak pasangan Nasrul Adman dan Masnun yang berdomisili di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Padang Panjang Barat.
Mereka dijadwalkan berangkat ke Mesir pada akhir Juli 2026 untuk menempuh pendidikan strata satu (S1).
Bagi keluarga, kelulusan ini menjadi kabar membanggakan sekaligus menghadirkan tantangan baru. Orang tua kedua santri mengaku masih menghadapi keterbatasan biaya untuk proses keberangkatan dan kebutuhan awal pendidikan.
“Alhamdulillah, anak kami yang kembar lulus di Universitas Al Azhar Mesir. InsyaAllah berangkat akhir Juli 2026. Karena kami terkendala dana, kami berharap ada para donatur yang ikut membantu melalui zakat, infak, sedekah, dan bantuan lainnya. Kami juga memohon doa agar semua urusan dimudahkan,” kata Nasrul saat ditemui di Padang Panjang, Rabu 17 Juni 2026.
Menurut Nasrul, masing-masing anak diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp73 juta untuk keberangkatan dan kebutuhan awal studi.
Dengan demikian, total kebutuhan dana keduanya mencapai Rp146 juta.
Keluarga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi membantu keberangkatan kedua calon mahasiswa tersebut melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) atas nama masing-masing anak, yaitu rekening BSI 7356829179 atas nama Syukra dan rekening BSI 7356826827 atas nama Syukri.
Dukungan juga datang dari pihak perguruan. Sekretaris Umum Perguruan Islam Daarul Muwahhidiin, Doni Rinaldo, mengatakan keberhasilan Syukra dan Syukri menjadi kebanggaan Pesantren Daarul Muwahhidiin sekaligus harapan bagi dunia pendidikan di Padang Panjang Kota Serambi Mekkah.
“Syukra dan Syukri merupakan dua dari sembilan santri kita yang berhasil lulus melanjutkan pendidikan ke Universitas Al Azhar Kairo Mesir pada tahun ini. InsyaaAllah si kembar ini adalah generasi harapan Padang Panjang ke depan. Mudah-mudahan pemerintah, masyarakat dan para donatur dapat ikut memberikan dukungan agar mereka bisa melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar Kairo,” ujar Doni.
Doni juga mengatakan bahwa Universitas Al Azhar di Kairo selama ini menjadi salah satu tujuan utama pelajar Indonesia yang ingin mendalami studi keislaman dan ilmu-ilmu sosial di tingkat internasional.
“Keberhasilan dua santri asal Padang Panjang tersebut menambah daftar putra daerah yang berhasil menembus perguruan tinggi tertua di dunia Islam itu,” tutupnya. (Charles Nasution)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan