Soe, BeritaMerdekaonline.com – Saul Kabnani biasa disapa dengan Salli (28), menjadi korban penipuan wanita kenalannya yang berinisial FT dan mengaku bernama Issa. Wanita itu berjanji akan menikah dengan Salli asalkan Salli bersedia bekerja sebagai buruh kelapa sawit selama 3 (tiga) tahun di Kalimantan.

Namun, bukannya hubungan keduanya mencapai ke pelaminan, tapi hubungan mereka malah berujung ke kantor polisi.

Dalam laporannya, korban mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

“Awalnya korban berkenalan dengan pelaku melalui telepon. Dimana pelaku mengaku mau mendaftar diri masuk di salah satu perguruan tinggi agama di Kota Kupang, dan berstatus lajang,” ujar Salli. kepada Bbtv.com Sabtu (29/5/2021).

Selanjutnya, hubungan di antara kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu semakin melekat.

Melihat ada peluang, pelaku mulai melancarkan aksinya.

Kepada korban, pelaku berjanji bersedia dinikahinya kalau Salli membiayai semua kebutuhannya antara lain sewa kost dan biaya makan minum termasuk uang registrasi. Selama hampir 4 tahun korban setiap bulan bertanggung jawab memenuhi kebutuhan sang permaisuri idaman hati.

Salli bercerita : ” Pernah setelah saya transfer uang, selang 3 hari Issa minta di tranfer uang lagi, sampai saya bilang setiap bulan gaji saya sudah saya kirim untuk kamu, jadi uang ditangan sudah tidak ada lagi. Namun pelaku terus mendesak dan menyuruh kalau uang sudah tidak ada lagi, HPnya dijual saja. Saking saya mencintainya terpaksa hp saya jual dengan harga murah untuk penuhi permintaannya, sisa sedikit saya beli ganti dengan hp senter. Bukan itu saja tapi setiap bulan pulsa untuk bapanya harus dikirim seratus ribu rupiah,” ujar Saul Kabnani alias Salli

Dengan lugunya dan terperdaya rayuan maut pelaku, korban sampai kredit motor Honda Supra GTR dengan nomor Polisi DH. 3249 BU hingga lunas dengan penjamin bernama Zelosa Santri Beukliu.

Dan terakhir korban minta di transfer uang tapi tidak di rekeningnya dengan alasan ATM nya eror, jadi dia minta transfer di nomor rekening mama kecilnya.

Setelah itu, Issa sulit dapat di hubungi. Kebetulan ada saudara saya yang kuliah satu kampus dengan Issa di STAKN Kupang dan kostnya bersebelahan, maka saya menelpon dan menanyakan keberadaan Issa, dan saudara saya menceritakan bahwa sudah lama dia mau memberitahukan tentang kelakuan Issa tapi takut mengganggu hubungan kami, karena selama ini Issa selalu bersama laki-laki lain.
Mendengar itu, saya memutuskan untuk kembali Kupang.

Sesampai di Kupang saya mencoba untuk menghubungi Issa dan dapat tersambung, saya minta untuk bertemu tapi jawabannya “kamu jangan coba-coba datang menemui saya karena orangtua dan keluarga saya semua orang jahat, kalau kamu datang mereka akan menghabiskan kamu,” bahkan ada juga saya terima telepon dari orang yang mengaku bernama Jefri Bere yang mengancam agar saya jangan coba-coba menghubungi Issa, bila saya menghubungi maka dia akan mencari saya dan membunuh karena Issa sudah menjadi istri saya,” cerita Salli.

Korban akhirnya sadar bahwa ia telah menjadi korban penipuan.

Akhirnya korban melaporkan apa yang dialaminya ke Mapolsek Amanatun Utara.

“Korban sudah menghitung kerugiannya mencapai hingga 50 juta lebih. Kasus penipuan ini bukan saja menimpa saya, namun ada seorang pria berinisial DB, warga Desa Muni juga menjadi korban penipuan dari Issa. (Albon).


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.