Kupang, BeritaMerdekaOnline.com – Warga Nifumtasak, digegerkan dengan adanya kabar bahwa ada seorang wanita yang masih berstatus istri orang, dikabarkan hamil pada saat sang suami sedang pergi mencari nafkah di perantauan.
Sebut saja Anty, 28 tahun (bukan nama sebenarnya), sebelum ia hamil, ia masih berstatus istri sah dari Andi, 37 tahun (bukan nama sebenarnya), tingggal di Nifumtasak, Desa Sambet, Kecamatan Toianas, Kabupten Timor Tengah Selatan (TTS).
Usut punya usut Anty, kabarnya memiliki hubungan gelap dengan seorang oknum tukang sensor yang berinisial Epy, 41 tahun (bukan nama sebenarnya).
Dan sebagai akibat rayuan gombal sang tukang sensor, akhirnya terungkap Anty dihamili si tukang sensor kayu Epy, padahal suami tengah berada di tanah diperantauan.
Berdasarkan informasi sumber, kelakuan oknum tukang sensor kayu yang satu ini tidak patut ditiru. Ia dituding sebagai biangkerok hancurnya mahligai rumah tangga Anty dan Andi yang sudah mereka bangun beberapa tahun lalu dan telah memiliki seorang anak.
Anty adalah seorang ibu rumah tangga yang ditinggal suaminya merantau, termakan bujuk rayu oknum si tukang sensor yang berisial Epy. Akibatnya Anty tak dapat mengelak dari serangan jurus maut dan terkena janji manis sehingga Anty melupakan sang suami dan berbalik setia kepada Epy yang selalu hadir di samping Anty yang berjanji akan menikahinya secara sah.
Seiring perjalanan waktu Anty hamil dan kini telah memasuki usia kehamilan 8 bulan.
Demikian diungkapkan dirumahnya di Nifumtasak. Penyesalan yang mendalam sudah tiada arti. Kini Anty harus merawat kandungannya yang mungkin dibantu orangtuanya.
Sementara oknum si tukang sensor tidak mau bertanggung jawab. Epy hanya ingin mencicipi hangatnya tubuh si Anty.
Kesedihan dan penyesalan yang mendalam tak bisa dihindari lagi. Kini tinggal menanti kedatangan sang suami kembali dari perantauan.
“Awalnya si tukang sensor datang ke rumah saya untu membantu pengerjaan teras rumah,” ujar Anty dengan nada sedih.
Dan sejak saat itu Anty mengaku bahwa si oknum tukang sensor tersebut.genvar datang dan menelepon dengan segala bujuk rayunya.
Setelah Anty termakan bujuk rayuan, Antypun minta keseriusan Epy agar benar-benar bertanggungjawab bila terjadi sesuatu atas dirinya.
Epy situkang sensor ternyata orang licik ia pandai bersandiwara hingga Anty dan orang tuanya terlena.
Saat diketahui Anty sudah hamil sikap oknum Epy tersebut berubah dan sering menghindar jika dihubungi. Janji yang terus di sebutkan oknum situkang sensor tersebut ternyata bohong belaka dan meninggalkan kesedihan.
Orang tua dan Keluarga dari Anty berharap agar oknum si tukang sensor yang sudah mengecewakan dan memberi harapan yang tak pasti harus bertanggung jawab.
“Karena hasil hubungan oknum Epy dengan Anty maka Anty sudah mengandung anak yang tidak berdosa. Maka itu tanggung jawab Epy,” ujar orangtua Anty dengan sedih.
Hingga berita ini dilansir oknum llsi tukang sensor belum dapat dikonfirmasi. (Albon)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan