Kabupaten Kaur, BMO – Ratusan murid kelas satu sampai kelas enam sekolah dasar  (SDN 93) Kaur, Desa Manau IX.II Kecamatan Padang Guci Hulu, sejak beberapa pekan lalu hingga saat ini terpaksa belajar di lapangan terbuka dengan tenda yang  dibangun seadanya.

Sekolah tersebut,  memiliki enam ruang belajar yang saat ini sedang direhap berbarengan, Karena itu murid harus belajar seadanya di tanah lapang dengan dibuatkan tenda yang dikelilingi dinding seng bekas dan atapnya sangat rendah dengan permukaan sehingga bila matahari timbul maka tentu saja rasa gerah pun tiba.

Karena kegiatan belajar mengajar harus dilaksanakan, terpaksa  gurunya mendirikan tenda tidak jauh dari bangunan yang dibongkar sebanyak lima lokal.

Menurut salah seorang sumber yang enggan disebut identitasnya, sebenarnya bangunan yang sedang diperbaiki itu sebelumnya masih layak pakai untuk kegiatan belajar mengajar. Dan andaikan mau direhap kan bisa tiga lokal dulu tidak mesti harus serempak karena kami sangat kasihan dengan kondisi kesehatan anak-anak kami, otaknya dituntut untuk bekerja menyerap ilmu yang disampaikan dalam keadaan kepanasan dengan debu yang berterbangan.

Sementara kepala sekolah SDN 93 ini ketika wartawan datang kelokasi sudah dua kali mau di konfermasi sejak dari hari Kamis sampai hari Sabtu selalu  tidak berada di sekolah.(MRN).


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.