Berita Merdeka Online, Redelong – Wow !!! Hebat seorang anggota DPRK Bener Meriah dari Kader Partai Nasional Aceh (PNA) menjadikan aliran Sungai Wih Gile yang terletak di Kampung Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, ditata dan dikelola jadi Owner Resto Arador dan Objek Wisata baru di Bener Meriah, dimana sebelumnya menjadi langganan rawan banjir di daerah tersebut.
Sebelum aliran sungai itu dinormalisasikan, masyarakat seputuran aliran sungai Wih Gile itu selalu khawatir terkhusus pada musim penghujan tiba. Pasalnya, sesuai dengan namanya Wih Gile yang artinya air gila sewaktu-waktu dapat meluap dan menimbulkan banjir bandang.
Pernah terjadi, peristiwa air bah di era tahun 2015 silam, mengakibatkan air masuk kerumah penduduk dan arus transportasi jalan Nasional Takengon- Bireuen terputus, disertai material bebatuan dan potongan dan akar kayu.
” Sempat terjadi air bah disertai material batu menyebabkan sungai Wih Gile itu meluap. Akibatnya sempat terjadi arus transportasi jalan nasional Bireuen – Takengon itu putus” ungkap Edi.
Untuk itu, kita mengantisipasi terjadinya kembali luapan sungai Wih Gile tersebut, dengan melakukan normalisasi aliran sungai Wih Gile kembali, sehingga dapat meminimalisir terjadinya pengikisan terhadap bantaran sungai itu tersebut, begitu juga dengan hidup masyarakat di sekitar wih gile bisa tenang, katanya.
Diungkapkannya, untuk tahun 2022 mendatang, Edi Julkifli telah memperogramkan membangun wisata air panas di lokasi seluas 2 hektar tersebut dengan master plant ala modern.
“Kita akan membangun waterboom, homestay, pemandian air panas kelas ekonomi, dan juga taman wisata yang insyaallah mulai di bangun awal tahun ini,” kata anggota DPRK Bener Meriah itu kepada wartawan Kamis (16/12/2021)
Kemudian dinyatakannya, untuk pemandian air panas nantinya juga dibanggun dengan konsep ramah anak.
“Nanti kita juga akan membangun pemandian air panas khusus untuk anak-anak, dan untuk masyarakat umum,” ungkap Edi.
Menurutnya, ide untuk “metata” daerah rawan longsor itu timbul dari pikirannya sendiri serta saran dari kawan-kawannya yang melihat potensi wisata di kawasan tersebut. Pasalnya, daerah yang akan dikembangkannya itu memiliki tiga sumber air panas yang tidak dimiliki setiap daerah.
“Ini satu-satunya waterboom air panas di wilayah Sumatera dan Aceh, untuk itu kita akan membangunnya dengan semaksimal mungkin,” sebut Edi Zulkifli.
Dikatakannya, dengan adanya objek wisata tersebut tentu akan meningkatkan perekonomian masyarakat disekitar serta menyerap tenaga kerja putra-putri masyarakat plus PAD Bener Meriah.
Akibat pandemi Covid-19, perekonomian masyarakat sangat berdampak di seluruh daerah tak terkecuali Bener Meriah. Untuk itu melalui wisata ini kita dapat membantu masyarakat untuk memulihkan perekonomiannya.
Oleh karena itu, untuk menarik wisatawan, objek wisata ini harus di bangun sebaik-baik dan semenarik mungkin salah satunya dengan membangun gapura dengan ciri khas Gayo. Ungkap anggota senator Bener Meriah yang mengaku delapan tahun menetap di Bali itu.
“Mudah- mudahan dalam tahun ini, objek wisata pemandian air panas moderen selesai dibangun, Insya Allah , Pungkasnya.
Ditempat terpisah, Pemerintah Daerah dalam kesempatan memotivasi masyarakatnya untuk menciptakan lapangan kerja, sehingga terciptanya peluang kerja dan berusaha, demi meningkatkan prekonomian masyarakat di era pandemi. (Man)




Tinggalkan Balasan