Kepahiang, Beritanerdekaonline.com – Telah terjadi peristiwa Seorang Pelajar SMA meninggal secara mendadak, bertempat di jalan raya Kelurahan Tangsi Baru Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Pada hari ini Senin 14 Februari 2022 sekira jam 16.00 wib seorang pelajar yang meninggal secara mendadak di Jalan Raya Kelurahan Tangsi Baru Kecamatan Kabawetan depan PT. SMM.

Informasi tertulis diperoleh wartawan BMol Biro Kepahiang, Adapun Identitas Korban tersebut, Nopri Wahyudi Bin M. Dahril, Umur 16 Tahun, Pekerjaan Pelajar SMAN 2 Kepahiang, Alamat Desa Penanjung Panjang, Kecamatan Tebat Karai

Pristiwa ini, di Saksikan oleh Ledi Hidayat (Teman Korban) Umur 15 Tahun, Pekerjaan Pelajar MAN 2 Kepahiang, Alamat Penanjung Panjang, Kecamatan Tebat Karai dan Ika Lestari Umur 15 Tahun, Pekerjaan Pelajar MAN 2 Kepahiang, Alamat Suka Merindu, Kecamatan Kepahiang, kemudian Darulis Andreas Umur 32 Tahun, Pekerjaan Tani, Alamat Desa Penanjung Panjang Kecamatan Tebat Karai

Kedua orang saksi, yang merupakan teman korban, secara tidak sengaja bertemu dengan korban yang sedang mengendarai sepeda motor milik korban di Jalan Raya Kelurahan Tangsi Baru depan PT. SMM. Kemudian kedua orang saksi tersebut mengobrol ngobrol dengan korban. Tidak lama kemudian kedua orang teman korban tersebut berpamitan akan pulang ke Desa Penanjung Panjang. Tidak lama kemudian setelah saksi hendak beranjak meninggalkan korban, korban langsung terjatuh dari kendaraannya. Dan saksi melihat korban dalam keadaan kejang kejang. Kemudian kedua orang saksi tersebut membawa korban ke Puskesmas Kabawetan untung mendapat pertolongan, namun sesampainya korban di Puskesmas Kabawetan Korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Berdasarkan hasil keterangan pemeriksaan dari Puskesmas Kabawetan, didapati kondisi korban, Korban tiba di Puskesmas pukul 16.10 Wib diantarkan oleh masyarakat dan kedua orang saksi tersebut. Korban dibawa keruang UGD Puskesmas Kabawetan kemudian petugas memasang Oksigen namun saturasi oksigen tidak terbaca, ditensi tidak terbaca, denyut nadi tidak terasa, pupil mata melebar total. Kemudian Petugas menelpon Dokter Puskesmas Kabawetan dan setelah diperiksa Dokter kondisi korban sudah tidak bernyawa.

Atas terjadinya musibah tersebut, Pihak keluarga menyatakan menolak untuk dilakukan Autopsi dan bersedia membuat Surat Pernyataan Penolakan untuk Dilakukan Autopsi, Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban tidak memiliki riwayat sakit. (Zainal Abidin)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.