JEPARA, Beritamerdekaonline.com – Perwakilan tokoh masyarakat, LSM dan Kepala Sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMA memberi paparan yang semuanya hampir sama. Mereka semua menyampaikan keluhan terkait kemacetan lalu lintas yang mengakibatkan para pengajar dan siswa sering telat. Itu semua disampaikan hari ini Rabu (02/03/2022) dalam rapat dengar pendapat (people hearing) di ruang serbaguna gedung DPRD Kabupaten Jepara.

Dipandu oleh beberapa anggota dewan yang tergabung dalam Pansus 3 yang diketuai oleh Padmono Wisnugroho, SH, rapat dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB.

“Jalanan sekarang ini sudah sangat berubah, lalu lintas kendaraan begitu padat karena jam anak masuk sekolah dan orang berangkat kerja yang bersamaan, diperparah lagi dengan kondisi jalanan yang rusak, ini lho yang menyebabkan kemacetan,” kata Mashuri, salah satu tokoh desa Gemiring Kidul yang menjabat sebagai Ketua LKMD.

“Saya punya usulan, jam kerja masuk pabrik jangan disamakan dengan waktu anak berangkat sekolah, dan kalau bisa disediakan bus khusus angkutan karyawan,” tambah Mashuri yang bergaya nyentrik tersebut.

Lain halnya dengan Rofi’i, S.pd, M.pd, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Mayong, dia mengatakan kalau satpam pabrik lebih mengutamakan karyawan untuk menyeberang terlebih dahulu, dan menghadang kendaraan dengan seenaknya.

“Dengan kondisi jalanan yang macet seperti ini, saya rasa perlu adanya jalan alternatif untuk menuju ke pabrik, sehingga mengurangi volume kendaraan di jalan,” ujar Rofi’i.

Senada dengan Mashuri dan Rofi’i, para tokoh masyarakat dan Kepala Sekolah yang lain juga menyampaikan hal yang sama. Ada yang mengusulkan tentang jam traffic light, ada yang mengeluhkan tentang kondisi jalan yang kurang lebar dan banyak lubang, dan perlunya pembatas jalan biar kendaraan melaju searah.

Rata-rata mereka mengeluhkan keadaan jalanan saat ini. Memang dengan adanya pabrik besar yang banyak berdiri saat ini, satu sisi membuka lapangan pekerjaan dengan menyerap puluhan ribu karyawan, tapi disisi lain sangat menghambat pengguna jalan selain karyawan pabrik.

Menanggapi semua keluhan yang disampaikan dalam rapat, Padmono Wisnugroho selaku Ketua Pansus 3, mengatakan akan segera menindaklanjuti dengan berkoordinasi kepada pihak yang terkait.

“Saya dan teman-teman anggota dewan yang lain yang tergabung di Pansus 3 akan berjuang semaksimal mungkin untuk memecahkan permasalahan ini, dengan membuat Rancangan Peraturan Daerah”, kata Mas Wisnu (panggilan akrab Padmono Wisnugroho).

“Secepatnya kita akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, pihak pabrik dan OPD terkait,” pungkas Wisnu. (KSM)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.