Bireuen – Film berjudul “The Santri” garapan sutradara muda asal Indonesia, Livi Zheng terjadi penolakan dari kalangan muslim di Indonesia. Tidak terkecuali Provinsi Aceh, juga terjadi penolakan di Provinsi lain di indonesia.
Dalam film tersebut memperlihatkan seorang santriwan Dan santriwati berdua disebuah hutan sedang berpacaran, ujar Kordinator Aksi Lapangan Iskandar ber api-api, jum’at 3 0ktober 2019, depan tugu pusat Kota Bireuen.
“Kami Santri Kabupaten Bireuen mengutuk keras atas tindakan Said Aqil Siraj yang telah merekomendasi film tersebut, sudah merusak citra nama pasantren/dayah dan Santri seluruh Indonesia,” ujar Iskandar.
Ditambahkannya, Santri Bireuen meminta MUI Pusat untuk segera memanggil produser, sutradara dan Said Aqil Siraj memproses secara hukum, karena yang bersangkutan telah meleceh nama baik Santri dan pasantren/dayah diseluruh Indonesia.
Menilai film ini bertentangan dengan kehidupan sesungguhnya para santri di pesantren. “Kita menolak film ini, karena jelas tidak mencerminkan kehidupan santri,” kata dia.
iskandar menegaskan, film ini dapat memberi citra buruk bagi santri, bahkan lebih dari itu. “Film ini kami nilai sudah memberikan citra buruk bagi santri, bahkan lebih dari itu,” tegasnya. Aksi itu dihadiri sekitar 50 orang, berjalan tertib, damai dan aman.(Umar A Pandrah).
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan