Lhokseumawe – Dalam menyikapi Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya minyak Solar dan Gas LPG 3 Kg, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe – Aceh Utara sangat menyayakan telah terjadi Kelangkaan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sampai masyarakat harus mengantri lama demi mendapatkan minyak bersubsidi.
Dalam hal serupa juga terjadi terhadap Gas LPG 3 Kg. Sangat memberatkan masyarakat, karena untuk mendapatkan Gas LPG Kg yang bersubsidi masyarakat harus kesana kesini untuk mencari pangkalan yang masih tersedia, setelah dapat masyarakat di hadapan dengan antian yang sangat panjang. Yang sedihnya lagi setelah masyarakat mengantri, belum tentu masyarakat pasti mendapatkannya gas tersebut dikarenakan telah habis. Alhasil masyarakat dengan terpaksa membeli ke penjual ecera dengan harga jauh beda dengan agen resmi yaitu mencapai Rp. 35.000 bahkan ada lebih.
Hal tersebut di sampaikan HMI Cab. Lhokseumawe – Aceh Utara dalam suatu Rialse yang di tanda tangani langsung Ketua Umum M. Atar dan Sekretaris Umum Muhammad Fadhil.
Diakhir Realise yang dikirimkan ke wartawan Beritamerdekaonline.com, Sabtu (12/10). HMI mendesak Pemerintah turun langsung ke masyarakat, guna melihat kondisi dan mangawasi SPBU serta Pangkalan Gas di lapangan. Sehingga dapat diketahui apa penyebabnya dan dapat solusinya kedepan tidak terjadi lagi Kelangkaan.
HMI juga mendesak pihak Aparat Hukum untuk membrantas mafia penimbunan BBM bersubsidi DAN Gas LPG 3 Kg yang tidak patuh dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan