Aceh Tenggara – Sudah sampai dua bulan lebih pasca pembakaran rumah wartawan serambi indonesia di desa lawe loning aman kecamatan lawe sigala gala dan kantor persatuan wartawan Indonesia ( PWI ) Aceh Tenggara (agara).
oleh orang tidak di kenal (OTK ) sampai saat ini belum juga terungkap, Pasalnya, sejumlah saksi sudah dihadirkan pihak kepolisian Polres agara, kata Bulkaini sekretaris PWI agara. 14/10
Polres Aceh Tenggara berupaya terus mengungkap siapa di balik pelaku teror yang membakar rumah wartawan serambi dan kantor wartawan ( PWI). Pihak polres membentuk tim yang terdiri dari Polsek Lawe Sigala dan Tim Polres Agara, juga di backup Tim khusus Subdit 3 Polda Aceh serta di bantu tim Forensik Mabes Polri wilayah Polda Sumut.
“Sejauh ini belum ada kendala, semua tim ini berupaya terus sama-sama untuk mengungkap terkait kejadian ini, upaya lain diharapkan juga informasi dari masyarakat dan memantau sejumlah medsos atau IT”, ungkap Kapolres agara AKBP. Wanito Eko Sulistyo kepada wartawan, Senin 14 Oktober 2019.
Lanjut Kapolres, dari hasil tim forensik kuat dugaan ada unsur kesengajaan dalam percobaan pembakaran kantor PWI , hingga kini kepolisian masih mendalami penyelidikan pelaku dengan kembali membentuk tim yang terdiri dari Reskrim , Intel dan Tim IT.
” Kami tetap melakukan penyidikan bersama Tim Reskrim , Intel dan IT, saya berharap ada titik terang siapa di balik pelaku teror terhadap kantor wartawan yang terjadi pada awal agustus lalu, sementara ini kami akan memberikan informasi melalui selulernya surat pemberitahuan hasil penyidikan sementara (SP2HP) “, kata Kapolres
Sementara itu Ketua PWI Aceh Tenggara ,Jumadi terus berupaya mendesak pihak kepolisian agar serius menangani kasus ini, pasalnya kejadian ini sudah berjalan hampir tiga bulan.
” Saya berharap bersama Kapolres yang baru serius mengungkap pelaku pembakaran rumah wartawan serambi indonesia dan teror percobaan pembakaran kantor wartawan , hal ini agar tidak ada terjadi lagi di kemudian hari”, harap Jumadi. (basri)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan