Jakarta – Diumumkan susunan kabinet kerja jilid II oleh Presiden RI Jokowi, Sekjen Pro Jokowi (Projo) Handoko menyatakan mundur dari segala bentuk kegiatan politik setelah selesai menjalankan tugas mengantarkan Jokowi menjadi presiden kedua kalinya meskipun ada kekecewaan dan polemik terkait susunan kabinet. “PROJO sangat memahami kekecewaan yang dirasakan oleh relawan dan akar rumput,” ujar Handoko.
“Atas nama Keluarga Besar Projo menyatakan akan mundur dari kegiatan politik di seluruh Tanah Air. Kami akan kembali ke habitat dan aktivitas semula. Kami bahagia telah menjemput sejarah,” ujar Handoko pada awak media di kantor DPP Projo, Jakarta Selatan, hari ini Rabu (23/10).
Handoko menilai, kubu rival yang kalah dalam pilpres karena perlawanan rakyat terhadap intoleransi, antidemokrasi dan pelanggaran HAM justru mendapat posisi yang terhormat dikabinet. Pihak yang tidak teruji loyalitasnya dipercaya mengurus negeri ini. Mereka tidak tampak ketika pendukung militan bekerja memenangkan Jokowi yang ketika itu belum menjadi Tokoh Nasional seperti sekarang.
“Ini memang menimbulkan kekecewaan. Namun kami memahami itulah realita politik, dan kami sampaikan kekecewaan ini kepada publik,” tegasnya.
Walau demikian, Projo mengucapkan selamat bekerja kepada Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin bersama Kabinet Indonesia Maju. Semoga program-program dapat dijalankan dengan baik untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat, sebagaimana yang disampaikan Jokowi dalam pidato di Sentul, 14 Juli 2019 yang dikenal sebagai Visi Indonesia.(Ams)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan