Jombang, Jatim | Berita Merdeka Online — Pesantren dan Santri adalah ujung tombak perjuangan kemerdekaan RI pada waktu penjajahan Belanda dan Jepang hingga rakyat Indonesia benar2-benar merdeka.
Untuk itu, kekuatan yang paling gigih dan berani dalam menghadapi segala hal, tidak lain adalah para santri (pesantren) penjuru Nusantara.
Syaikh Yusuf adalah Mursyid Torekot Azzadliliyah dunia yang berasal dari negeri timur tengah (Lebanon)
Beliau (Syaikh Yusuf) dalam dakwa’annya keliling dunia menyempatkan, datang ke Indonesia, pertama yang jadi tujuan nya adalah pesantren An-Najiyah2 tambak beras Jombang Jatim.
KH Salman Alfarisi adalah pengasuh pesantrean An-Najiyah2 tambak beras adalah tra dari sunan Gunung Jati ber istrikan Bu nyai Nanik Zahiro tra dari KH Wahab Khasbullah pejuang kemerdekaan 45 dan pemersatu ukuwah kota Mekkah waktu itu.
Beliau (KH Salman Alfarisi) Sangat senang dan bahagia atas ke datangan beliau (Syaikh Yusuf) dari Lebanon, Mursyid Torekot Azzadliliyah dunia berkenan singgah di pesantrean kami. Ungkap Kyai Salman.
Pertepatan dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad S.A.W 1445 H tgl 20/10/22 siang hari ini.
Keberkahan dan anugrah Allah S.W.T tetap dalam diri kita khususnya dan rakyat Indonesia umumnya, dan resesi (kelangkaan bahan makanan) dunia, prediksi tahun 2024, semoga tidak akan pernah terjadi.
Semoga beliau (Syaikh Yusuf) tetap di anugrahi kesehatan, kuat dalam dakwa’an nya keliling dunia, doa Kyai Salman.
Pesantren adalah pendidikan akhlak mulia dan calon-calon pemimpin masa depan.
Mari anak-anak, kita sudah saatnya dimasukkan dalam pendidikan pesantren, sehingga Akhlakul Karimah yang mulai ter kikis habis karena faktor teknologi masa kini, bisa kembali menjadi anak yang soleh/solihah dan jadi pemimpin yang amanah di masa depan.
Ponpes An-najiyah2 tambak beras, adalah cikal bakal terbentuknya pemimpin-pemimpin nasional di masa mendatang.
Koneksi dan hubungan yang erat dari negri timur tengah adalah faktor ukuwah islamiyah antar dunia. (Idris/kru sda)




Tinggalkan Balasan