Jakarta – Ketua Watimpres, Prof Sri Adningsih mengatakan peran perempuan Indonesia adalah sebagai gerak perubah bangsa menuju Indonesia maju. “Perempuan Indonesia berkontribusi besar terhadap bangsa ini,” ujar Watimpres prempuan ini dalam diskusi bersama di Kartika Candra, Jakarta Selatan, hari ini kamis (31/10).
Lanjutnya, Perempuan Masyarakat Tanah Air (Permata) merupakan organisasi sayap Partai Golkar akan terus berakselerasi menuju Indonesia Maju.
Tidak ketinggalan ketua panitia Emmalia menyampaikan, menjaga dan merawat demokrasi adalah tanggungjawab bersama terutama oleh ‘stackholder’ Partai Politik.
“MPR yang menjadi rumah kebangsaan dan rumah bersama para partai politik ini tentu saja membutuhkan sinergitas. Dimana seluruh perangkat politik ini bekerjasama dalam rangka mencapai cita-cita nasional yaitu mencapai Indonesia Maju. Oleh karena itu Permata Golkar berinisiatif menggelar diskusi publik hari ini,” tambah Emallia.
Bambang Soesatyo juga mengingatkan, pentingnya perempuan Partai Golkar belajar dari sosok Sarinah. “Sosok Sarinah tertuang dalam buku yang ditulis Sukarno pada 1963 bertajuk Sarinah Kewajiban Wanita dalan Perdjoeangan Repoeblik Indonesia. Cerita Sarinah juga terselip di biografi Sukarno yang ditulis Cindy Adams, Soekarno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia,” ujar Bamsoet panggilan akrabnya.
“Seperti kata Bung Karno, sosok Sarinah merupakan sosok ideal perempuan Indonesia yang mengajarkan cinta kasih. Sosok Sarinah mengajarkan pemimpin besar kita itu untuk mencintai rakyat. Massa rakyat, rakyat jelata. Perempuan Permata Golkar harus mampu menjadi Sarinah-Sarinah zaman ini,” tambahnya.
Dia juga mengatakan bahwa peran dan kemajuan partai politik tidak lepas dari pengaruh media informasi.
“Media berpengaruh positif terutama membantu partai politik saat kampanye. Dengan menggunakan media, partai politik tidak membutuhkan biaya yang besar dibandingkan cara-cara tradisional dan konvensional,” jelasnya.
“Tapi arus informasi yang disampaikan media berpotensi merusak, jika yang disampaikan media itu punya pengaruh yang negatif dan tidak membangun partai politik itu sendiri,” imbuh dia.
Acara yang dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan, perwakilan OKP, dan perwakilan Partai Politik seperti Soksi, Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia, Kaukus Politik Perempuan Indonesia, dan Partai Golkar.
Dalam diskusi ini hadir para narasumber seperti ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Watimpres Sri Adiningsih, Pakar Komunikasi Politik Effendi Gazali dan Pengamat Politik Ray Rangkuti. (ams)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan