Aceh Tamiang, Beritamerdekaonline.com – sebanyak 130 Desa di Aceh Tamiang terendam banjir, 1.413 Jiwa Mengungsi. Puluhan kepala keluarga warga Desa Landuh Kecamatan Rantau mengungsi di mushala, tenda dan kantor datok setelah desa mereka terendam banjir luapan sungai setinggi 1 meter.
Dari 213 desa di Kabupaten Aceh Tamiang 130 diantaranya dilaporkan terendam banjir. Banjir berimbas ke 12 kecamatan atau se kabupaten dari wilayah hulu hingga hilir.
Berdasarkan laporan sementara bencana banjir Aceh Tamiang yang diinput BPBD Aceh Tamiang dari seluruh kecamatan per 1 November 2022 menyebutkan, warga terdampak banjir namun tak mengungsi berjumlah 7.329 kepala keluarga/KK atau sebanyak 24.362 jiwa.
“Jumlah desa yang terendam banjir ada 130 tersebar di 12 kecamatan,” kata Kepala BPBD Aceh Tamiang Iman Suhery melalui Kabid Darurat Bencana dan Logistik, Diwan Syahputra kepada awak media, Kamis (3/11/2022).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Tamiang juga mencatat sebanyak 439 KK atau 1.413 jiwa warga terpaksa mengungsi akibat bencana alam tersebut.
“Jumlah pengungsi hingga hari ini sebanyak 1.413 jiwa se Kabupaten Aceh Tamiang. Lokasi pengungsian berada di 51 titik dengan memanfaatkan fasilitas umum dan mendirikan tenda-tenda di tempat yang tinggi,” ujar Diwan.
Diwan Syahputra merincikan jumlah desa terendam banjir di 12 kecamatan tersebut masing-masing Tamiang Hulu 5 desa, Bandar Pusaka 11 desa, Tenggulun 4 desa dan Sekerak 9 desa.
Kemudian Kecamatan Karang Baru 16 desa, Kota Kuala Simpang 4 desa, Kejuruan Muda 7 desa dan Rantau 7 desa. Selanjutnya Manyak Payed 27 desa, Seruway 9 desa, Bendahara 21 desa dan Banda Mulia 6 desa.
Editor : Kang Yana/Red
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan