ACEH BARAT, Berita Merdeka Online —  FORBANGSA (Forum Pembangunan Samatiga) dan Sejumlah Perwakilan Keuchik Samatiga beraudiensi dengan PJ Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi bertempat di pendopo Bupati setempat Rabu malam (16/11).

Geuchik merupakan ujung tombak maju atau tidaknya suatu gampong dalam berbagai jenis pembangunan, maka sejatinya geuchik hari ini harus banyak melakukan terobosan dan inovasi baru lintas sektoral termasuk dengan bupati selaku penguasa daerah.

Peran aktif geuchik senantiasa ditunggu oleh masyarakat dalam mengakomodir pembangunan. Pemerintah kabupaten tidak mungkin mengetahui kebutuhan mendesak pembangunan sarana dan prasarana urgen dan menjadi skala prioritas bersifat mendesak seratus persen tanpa adanya asupan informasi dari geuchik demikian kata ketua komisi II Mawardi Basyah dalam paparan singkat ketika membuka pertemuan bersama PJ Bupati Aceh Barat di ruang pertemuan pendopo semalam.

Adapun sejumlah peserta yang hadir dan terlihat dalam acara pertemuan tersebut! diantaranya adalah Sekjen Forbangsa Samatiga,keuchik Cot Darat, Cot Seulamat, Gampong Ladang, Rangkileh dan ikut serta bersama rombongan dua geuchik lainya berasal dari Wayla Barat.

Dalam pertemuan singkat semalam yang di inisiasi oleh ketua komisi II dan sekjen Forbangsa dan ketua IKASA Cab Meulaboh. menghadirkan beberapa perwakilan keuchik di Samatiga, hampir rata-rata keuchik menyampaikan sejumlah permasalahan yang berhubungan dengan akses sarana transportasi jalan dan jembatan termasuk salah satu rencana membangun bundaran simpang tiga Cot Darat untuk menghindari pengguna jalan dari kecelakaan lalu lintas dan sering sekali terjadi sekitar area bundaran itu.

PJ bupati Aceh Barat dalam suasana penuh keakraban diwarnai dengan galak canda dan tawa sekali-kali, namun tetap serius.

Sementara, sekjen Forbangsa sendiri dalam momen tersebut memohon dukungan tentang rencana pembangunan Ekowisata Nipah Samatiga dan penjadwalan audiensi Team Taskforce Percepatan Ekowisata Nipah Samatiga dengan PJ bupati, dimana team ahli sendiri dipercayakan kepada Azhari Idris, Zaghlul, Mainar Novita dan Ana. Mereka merupakan pengurus Rumah Sandi Chapter Four Aceh. Mereka memiliki kepiawaian dan pengalaman kerja dalam membangun objek pariwisata di seluruh Indonesia yang salah satu tujuan untuk membangkitkan ekonomi kreatif dan UMKM. Kita ketahui objek pariwisata ini beralamat di Suak Timah.

PJ Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi dalam kesempatan tersebut menjelaskan pada prinsipnya dia menyambut baik tentang berbagai macam gagasan dan usulan yang di sampaikan oleh semua peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut

Dalam arahannya PJ Bupati Aceh Barat berpesan kepada semua geuchik dan rombongan yang hadir, setiap usulan rencana pembangunan sarana dan prasarana proyek apapun tidak cukup menyampaikan melalui lisan saja akan tetapi diperlukan tulisan semacam pengajuan proposal dan dia siap menerima setiap usulan proposal yang masuk dari geuchik baik di kantor maupun di pendopo.

Dalam pertemuan tersebut setiap perwakilan geuchik yang hadir dipersilakan satu per satu menyampaikan secara langsung berbagai macam kendala-kendala pembangunan yang di hadapi oleh masing-masing kepada PJ Bupati Aceh Barat dan dia sangat serius tapi santai mendengar uneg-uneg tesebut dari setiap pembicara dan InshaAllah akan mengakomodir namun perlu dicatat setiap proposal usulan pasti di agendakan dan akan di cross check ke validitasnya nanti di lapangan apakah benar atau sebaliknya imbuhnya. (Almanudar)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.