JEPARA, Beritamerdekaonline.com – Rombongan Pj Bupati Jepara terlihat memasuki area Rusun Pulodarat Kecamatan Pecangaan pada Rabu (4/1/2023) sore kemarin. Kedatangan orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Jepara beserta staf dan Kepala Dinas tersebut karena menindaklanjuti aduan dari Ketua Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Jepara Andrie Once.

Sebelumnya Once (panggilan akrab Andrie Once) mengadukan tentang adanya anak penderita penyakit yang perlu penanganan serius dan tinggal di Rusun (rumah susun) Pulodarat.

Adalah Muhammad Raffan (4), anak dari pasangan Muhammad Sukheh dan Risa Afifah yang menderita kelainan pada (maaf) lubang anusnya. Anak yang masih usia balita tersebut menderita kelainan (tidak memiliki lubang anus) sejak lahir.

Dan anehnya, kelainan tersebut tidak diketahui oleh dokter maupun perawat yang menangani (karena Raffan lahir di Rumah Sakit daerah Jepara), justru ibunya sendiri yang mengetahui kelainan tersebut selang dua hari setelah melahirkan.

“Awalnya saya melahirkan dengan proses normal, tapi karena posisi anak saya sungsang (kaki keluar lebih dulu) akhirnya dokter menyarankan untuk melakukan operasi Cesar karena kaki yang satu susah keluar,” ujar Risa Afifah.

Lebih lanjut ibu Muhammad Raffan itu juga menyatakan keheranannya kenapa tindakan operasi cesar tidak langsung dilakukan kalau memang posisi bayi sungsang, karena dokter yang menangani sebelumnya sudah memeriksa.

Lain halnya dengan Aditya (16 tahun), terbaring di atas tempat tidur dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Selain divonis syaraf tidak berfungsi, kondisi tubuh tinggal kulit sama tulang karena kekurangan asupan gizi. Tinggal berdua dengan bapaknya yang seorang sopir angkot dan sudah tidak bekerja, menambah beban hidup dan kesulitan untuk mendapatkan biaya pengobatan.

Setelah melihat langsung kondisi kedua anak tersebut, Edy Supriyanta (Pj.Bupati Jepara) tersentuh hatinya dan akan segera melakukan upaya untuk membantu pengobatan kedua anak itu.

“Saya sudah lihat langsung dan cek laporan dari warga, segera akan kami bantu. Saya juga mengajak Kadinsos dan Dokter Puskesmas Pecangaan, untuk segera dilakukan upaya apa yang didahulukan dikerjakan buat membantu Adik Adit dan Raffan, segera akan ditangani,” terang Edy didampingi Kadinsos dan Dokter Puskesmas.

Kadinsospermasdes Jepara, Edy Marwoto (baju merah) saat diwawancarai awak media (Foto: Kus_Jpr)

Sementara itu Edy Marwoto (Kadinsospermasdes) mengatakan, sesuai apa yang diperintahkan Pj Bupati, pihaknya dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan akan membantu apa yang dibutuhkan. Aditya akan segera dirujuk ke rumah sakit untuk dicoba fisioteraphy, dan untuk Raffan akan dibantu pembiayaan ketika nanti melakukan operasi akhir.

“Dengan segala keterbatasan dalam mendapatkan informasi, kami mengucapkan terima kasih sudah diinformasikan oleh masyarakat, dan jika menemukan hal seperti ini bisa diinformasikan kepada kami, sehingga kami bisa segera bertindak,” pungkas Edy Marwoto.

Penghuni Rusunawa Pulo Darat Pecangaan sangat mengapresiasi kerja cepat Pemerintah Kabupaten Jepara dalam menindaklanjuti laporan warga, karena mereka selama ini bingung tidak tahu masuk wilayah mana. Tidak ada RT maupun RW apalagi pihak desa datang melihat atau meninjau yang mengakibatkan mereka (penghuni rusun) merasa terisolir. (Kus_Jpr)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.