Medan, BM Online – Massa petani yang mengatasnamakan Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) Pancurbatu, Sumatra Utara, kembali berunjuk rasa mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional Sumatra Utara (BPN Sumut).

Aksi ‘longmarch’ jalan kaki ratusan petani ini menempuh lebih kurang 15 kilometer dari desa Simalingkar hingga kantor BPN, di jalan Brigjend Katamso, Medan.

Koordinator aksi, Sulaeman Wardana yang dihubungi mengaku mereka sedang menuju Kantor BPN. “Ini masih di (Jalan) Jamin Ginting,” kata Sulaeman saat bersama ratusan petani, kemarin rabu, (8/1/2020).

Sulaeman juga mengatakan, perjuangan serikat petani ini adalah bentuk protes bersama dikarenakan belum adanya satu tindakan konkrit yang dilakukan pemerintah terkait reforma agraria.
“BPN Sumut tidak tegas dalam menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Simalingkar, Pancurbatu,” tegas Sulaeman.

Tuntutan yang dilakukan ke BPN, Sulaeman mengklaim tetap konsisten dalam tuntutan aksi bersama SPSB. “Legalisasi kepada para petani agar Menteri Agraria segera menerbitkan sertifikat hak rakyat sejak tahun 1951,” tegasnya.

Dia juga berharap, agar kedatangan ratusan petani ke BPN Sumut dapat menyelesaikan konflik agraria tanpa berpihak pada sekelompok kepentingan, yang selama ini menyengsarakan masyarakat. (ams)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.