Tapaktuan, BMonline – Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh Selatan May Fendri SE meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan untuk mengucurkan anggaran lebih besar di Dinas Pariwisata setempat.

“Sehingga dengan demikian setiap program pengembangan sektor wisata di daerah ini tidak berjalan setengah – setengah,” kata May Fendri kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (19/2/2020).

Menurut dia, Kabupaten Aceh Selatan memiliki kekayaan destinasi wisata yang sangat luar biasa. Namun sayang, sektor tersebut belum digarap secara maksimal.

“Saran saya, Pemkab harus benar – benar fokus dan tidak setengah – setengah dalam melakukan pembenahan di sektor keparawisataan,” ucapnya.

Seandainya saja, lanjutnya, jika anggaran yang dikucurkan untuk Dinas Priwisata lebih besar dengan didukung oleh tenaga – tenaga terampil dibidang kepariwisataan, maka kedepan masyarakat dan daaerah akan bisa menikmati hasil dari sektor pariwisata ini.

Makna fokus, misalnya pada tahun 2021 Pemkab memfokuskan diri di sektor kepariwisataan maka semua program dan pembenahan harus tuntas di tahun itu juga, baru selanjutnya pengembangan disektor lain, seperti bidang peternakan dan perkebunan.

“Artinya setiap tahun harus ada program prioritas yang benar – benar tuntas, barus ditahun berikutnya dilanjutkan dengan program lainhya,” jelas May Fendri.

Kesempatan itu, May Fendri juga mengapresiasi kemauan dan semangat Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Aceh Selatan Safril S.Sos dalam melakukan terobosan dan pembenahan di sektor kepariwisataan.

“Namun semua itu tentu saja harus didukung penuh oleh seluruh elemen terutama Pemkab dari segi anggaran. Ya, jika Kadisnya sudah gesit tentu harus didukung penuh agar tercapainya tujuan yang kita harapkan bersama,” pungkasnya.(ATK)

Editor: Mitra Pizer


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.