SRAGEN, BMonline – Seorang Driver ojek online (ojol) bernama Endro Prasetyo, warga Dukuh Kedusan RT 17, Desa Karangmalang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, yang menjadi korban peluru nyasar polisi di Pasar Masaran Sragen beberapa waktu lalu, kini akhirnya dapat bernafas lega setelah dibolehkan pulang dari Rumah Sakit RSUD dr Moewardi Solo.
Diketahui sebelumnya, bahwa Endro sempat menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di tubuhnya. Endro menjalani operasi dan perawatan intensif di RSUD dr Moewardi Solo selama lima hari. Namun, ia masih harus beristirahat selama beberapa waktu ke depan menjalani pemulihan.
Saat ditemui di rumahnya, pada Senin (2/3/2020), Endro mengaku bahwa dirinya sudah lumayan membaik.
“Saya pulang kemarin sore dan ini masih pemulihan, jadi masih perlu istirahat banyak, tetapi saya lega sudah berada di rumah bersama keluarga,” ucapnya pada wartawan.
Dia juga menceritakan, bahwa dirinya bergabung menjadi driver Ojol Gojek sejak satu tahun ini. Memang Selama ini, dirinya sering mangkal di sekitaran Pasar Masaran untuk mencari orderan.
Disaat kejadian itu terjadi, kebetulan saat itu dirinya sedang melintas di dekat pertigaan Pasar Masaran. Saat itu tak sengaja, pada saat itu sedang terjadi penyergapan komplotan pencuri oleh kepolisian, ada banyak suara berondongan tembakan, tiba-tiba salah satu peluru petugas mengenai lengannya dan tembus ke bagian perut.
“Saat itu memang sedang terjadi penyergapan polisi pada kompoltan pencurian, kebetulan waktu saya melintas di jalan, tiba-tiba peluru nyasar itu mengenai tangan saya dan saya pun terjatuh, karena langsung menembus ke bagian perut,” jelasnya.
Dia juga mengungkapkan, bahwa selama dirinya berada di rumah sakit, semua pengobatan sudah ditanggung oleh pihak kepolisian, bahkan untuk perawatan jalanpun masih di tanggung oleh pihak Kepolisian.
“Semua sudah ditangung oleh Kepolisian, Semoga benar-benar dapat pulih seperti biasanya dan saya bisa ngojek lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo menuturkan, bahwa insiden peluru nyasar itu bukan hanya pada unsur kesengajaan. Dikarnakan dalam kegiatan penyergapan pencuri serta penembakan sudah sesuai protap.
“Kami siap bertanggungjawab dan menanggung semua biaya pengobatan korban serta memperbaiki mobil Korban yang terkena peluru tersebut, Kami akan tanggung sampai korban benar-benar sembuh,” tandasnya. (Budi).
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan