SEMARANG | Berita Merdeka Online – Semangat kemanusiaan kembali digaungkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang melalui Kick Off Bulan Kemanusiaan 2026 yang digelar di Gedung Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini menjadi titik awal berbagai program sosial yang akan melibatkan masyarakat dalam aksi nyata kepedulian terhadap sesama.
Mengusung semangat kemanusiaan yang berakar pada nilai-nilai Pancasila, PMI Kota Semarang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya gotong royong serta memperkuat perhatian terhadap kelompok rentan, khususnya lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Ketua Umum Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang 2026, Andhie Fajar Arianto, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan tidak hanya berfokus pada penggalangan dukungan, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya peran PMI dalam pelayanan kemanusiaan.
Menurutnya, sosialisasi akan dilakukan secara luas dan berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui manfaat program-program PMI sekaligus terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
“Semakin banyak masyarakat yang memahami tujuan dan manfaat gerakan ini, maka semakin besar pula dampak positif yang dapat dirasakan oleh warga Kota Semarang,” ujarnya.
Andhie menambahkan, seluruh kegiatan akan dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Hal itu penting untuk memastikan setiap bentuk dukungan yang diberikan masyarakat dapat kembali menjadi manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, M.Kes., Sp.THT-KL., MM(ARS), mengingatkan bahwa makna kemanusiaan tidak cukup diwujudkan melalui rasa simpati semata.
Menurutnya, masyarakat perlu memberikan penghormatan dan kesempatan yang setara kepada lansia maupun penyandang disabilitas.
Ia menilai sudah saatnya cara pandang terhadap kedua kelompok tersebut diubah.
Lansia dan penyandang disabilitas bukan objek belas kasihan, melainkan individu yang memiliki hak, potensi, dan kemampuan untuk berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
“Ketika kita berbicara tentang kemanusiaan, maka yang harus dikedepankan adalah penghormatan terhadap martabat manusia. Mereka memiliki hak yang sama untuk hidup, berkembang, berkarya, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial,” kata Awal.
Semangat tersebut tercermin dari banyaknya lansia yang hingga kini masih aktif menjadi pendonor darah.
PMI Kota Semarang mencatat sekitar 1.500 lansia tetap rutin mendonorkan darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Bahkan, terdapat pendonor berusia 74 tahun yang telah melakukan donor darah ratusan kali. Bagi PMI, dedikasi tersebut menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk terus menebar manfaat bagi orang lain.
“Setiap tetes darah yang disumbangkan adalah harapan hidup bagi orang lain. Mereka adalah teladan nyata bahwa semangat kemanusiaan tidak mengenal batas usia,” ungkapnya.
Tak hanya itu, PMI juga membuka kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah maupun aksi sosial lainnya.
Selama memenuhi persyaratan kesehatan, mereka memiliki hak yang sama untuk membantu sesama.
Melalui Bulan Kemanusiaan 2026, PMI Kota Semarang berharap lahir kesadaran kolektif bahwa kemanusiaan bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata yang diwujudkan melalui kepedulian, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hak setiap warga negara.
Dengan semangat tersebut, PMI optimistis dapat membangun masyarakat yang semakin inklusif, peduli, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di masa mendatang.
Editor: Mualim
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan