TAPAKTUAN, BMonline – Merebaknya Virus Corona yang sedang melanda diberbagai belahan dunia saat ini dengan korban jiwa terus berjatuhan termasuk berbagai negara maju dan berkembang baik di Asia maupun Eropa.
Covib 19 mewabah ditemukan pertama kali di kota besar Wuhan Tiongkok dan telah menjadi pandemi begitu cepat, sehingga banyak negara yang terkena wabah kewalahan menghadapinya karena virus yang mematikan ini.
Imbasnya, ekonomi terus merosot seiring diberlakukannya pembatasan berbagai aktivitas masyarakat, tentu bukan tidak berasal karena untuk mematikan penyebaran covid 19 itu sendiri.
Sementara itu, diberbagai negara yang terkena wabah telah memberlakukan lockdown dengan menutup berbagai akses yang berhubungan dengan dunia luar, kemudian mengintruksikan masyarakat untuk melakukan kegiatan di rumah sementara waktu, dan berbagai perdagangan dunia terganggu dan berbagai industri ditutup.
Kemudian, seorang warga Pulo Kambing, Kluet Utara, Hasbaini ditemui beritamerdekaonline.com mengatakan, semenjak wabah virus corona merebak dengan dibatasi masyarakat beraktivitas diluar, ekonomi masyarakat ikut anjlok, bahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika terus merosot ke Rp 16.000,-.
“Pemerintah harus bergerak cepat antisipasi wabah virus corona, begitu juga selamatkan ekonomi masyarakat, apalagi kita akan menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri, harga-harga mulai merangkak naik,” Katanya, Selasa (24/3/2020).
Lanjutnya, bila kondisi seperti ini terus berlanjut, Masyarakat tidak ingin ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi.
“Saya berharap kepada pemerintah untuk segera memulihkan kondisi wabah penyebaran covid 19 dan menstabilkan ekonomi masyarakat,” Pintanya. (Kausar).
Penulis : Kausar
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan