YOGYAKARTA, Beritamerdekaonline.com – HIPPI atau Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia turut mendukung kemajuan perekonomian di Kota Yogyakarta. Banyak masyarakat di Kota Yogyakarta, menggantungkan hidupnya dengan bekerja di sektor Pariwisata. Pada tahun 2022, HIPPI menyebutkan berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik) Kota Yogyakarta dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan penyumbang Pendapatan Asli Daerah berasal dari sektor Pariwisata sebesar 18,1 Triliun Rupiah. Pendapatan dari sektor Pariwisata tersebut berasal dari kunjungan wisata mancanegara, lokal, pendapatan dari sektor perhotelan, restauran, dan transportasi.
“Pariwisata merupakan salah satu sektor penting yang berkontribusi terhadap perekonomian Kota Yogyakarta. Pada tahun 2022, sektor pariwisata Kota Yogyakarta menyumbang sebesar Rp 18,1 triliun atau 22,3% dari total PDRB Kota Yogyakarta,” kata Sekjen DPD HIPPI DIY, Ariyanto, SE, M.MPar, Kamis (2/11/2023).
“Semua itu berasal dari sektor Pariwisata seperti kunjungan wisata mancanegara, lokal atau sektor perhotelan, restauran, transportasi,” ungkapnya.
Karenanya, menurut Ariyanto, HIPPI berperan sekaligus mitra untuk mendorong Pemerintah Kota Yogyakarta, bersama-sama memajukan Pariwisata.
“Staekholder untuk memajukan Pariwisata adalah Pemerintah. Pemerintah Kota Yogyakarta kita dukung dengan konsepnya dalam memajukan Pariwisata. HIPPI berperan sebagai mitra dalam mewujudkannya,” sambungnya.
HIPPI juga melakukan kegiatan terkait Pariwisata, seperti pengembangan sumber daya manusia.
“Kita berikan pelatihan seperti seminar, workshop, pelatihan keterampilan dan pengetahuan sebagai pekerja Pariwisata, sehingga kualitas SDM dibidang Pariwisata menjadi profesional. Pelayanan yang baik menjadi prioritas bagi wisatawan,” paparnya.
HIPPI sebagai salah satu lembaga pengembangan kepariwisataan, meminta Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan dukungan. Karena, diperlukannya inovasi serta kolaborasi antar lembaga, sehingga Pariwisata di Kota Yogyakarta maju.
“Pemerintah harus mendukung dan mau bekerjasama dengan lembaga yang bergerak di bidang sektor Kepariwisataan. Kolaborasi dan inovasi diperlukan, untuk menciptakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan memajukan Pariwisata,” pungkasnya. (TIM)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan