JAKARTA, BERITAMERDEKAONLINE.COM – Lebih dari 11.000 orang, atau sekitar 0,5 persen dari total populasi di Jalur Gaza, dilaporkan tewas. Di mana dengan rata-rata 160 anak meninggal setiap hari di sana.

“Sejauh ini, 16 tenaga kesehatan tewas saat bertugas. Dan WHO sedang berupaya untuk mendukung para tenaga kesehatan di Gaza dan kembali memohon untuk keselamatan mereka,” kata Juru Bicara WHO Christian Lindmeier seperti Xinhua, Rabu (8/11/2023).

Lindmeier mengatakan 102 serangan terhadap fasilitas kesehatan tercatat di Gaza, sementara 121 serangan lainnya terjadi di Tepi Barat dan 25 serangan di Israel. Menurut dia, saat ini 14 rumah sakit di Gaza tidak beroperasi akibat krisis bahan bakar atau kerusakan.

“Pada saat yang sama, tidak ada hal yang dapat menjustifikasi kengerian yang dialami warga sipil di Gaza, yang membutuhkan air, makanan, dan perawatan kesehatan. Apalagi tingkat kematian serta penderitaan yang mereka hadapi sungguh tak terbayangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UNOCHA), Jens Laerke mengatakan bahwa, sebanyak 561 truk telah memasuki Gaza sejak 21 Oktober 2023. Namun tidak ada satu pun yang membawa bahan bakar akibat larangan dari otoritas Israel.

Alessandra Vellucci, Direktur Layanan Informasi PBB di Jenewa, mengatakan bahwa lebih dari 1,5 juta orang di Gaza mengungsi. Serta hampir separuhnya berlindung di fasilitas-fasilitas PBB.

Gaza mengalami situasi kemanusiaan yang sangat mengerikan. Di mana dengan minimnya rumah sakit yang beroperasi dan sejumlah serangan terhadap fasilitas kesehatan. (int)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.