Bengkulu, BM – Refocusing anggaran tahap awal, Pemprov Bengkulu telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 37 miliar untuk digunakan dalam penanganan Covid-19 termasuk dampak sosialnya.
Hal ini disampaikan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Rekomendasi DPRD Provinsi Bengkulu Terhadap LKPJ Gubernur Bengkulu Tahun 2019 melalui Virtual Meeting, Kamis (30/4/2020).
Dijelaskan Gubernur Rohidin bahwa penganggaran yang dilakukan telah proporsional karena APBD Bengkulu itu nilai nominalnya memang termasuk masuk lima Provinsi terendah dengan total APBD nya.
“Untuk itu kita proporsional juga ketika mengalokasikan untuk Covid, tidak mungkin kita lima terkecil terus kita masuk lima terbesar dalam penganggaran,” papar Gubernur Rohidin.
Gubernur menekankan bahwa tingginya anggaran Covid ada pada infrastruktur seperti rumah sakit, ruang perawatan, peralatan sedangkan Pemprov Bengkulu sendiri telah tersedia dengan cukup.
Disisi lain dampak sosial yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19 ini lah yang paling dirasakan oleh masyarakat, berkurangnya hasil mata pencaharian bahkan PHK. Untuk itu perlu dukungan dari semua kepala daerah untuk sama – sama membantu masyarakat.
“Yang dirasakan sekarang adalah kebutuhan untuk dampak sosial ekonomi, disinilah perlu peran serta dari 9 Bupati dan 1 Wali Kota untuk bersinergi di wilayah kerja kita masing – masing dan Pemprov akan mensupport dari sisi anggaran,” jelas Rohidin. (Rls)
Editor: Mitra Pizer
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan