YOGYAKARTA, BERITA MERDEKA Online – Dinas Kesahatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, menyampaikan tidak ada kenaikan angka terhadap penderita COVID-19. Sejak 17 hingga 23 Desember, atau pada minggu ke 51, terdapat 36 orang dinyatakan terpapar dan enam orang dinyatakan sembuh.

“Tidak ada kenaikan angka, dan masih dapat teratasi dengan pelayanan kesehatan yang dilakukan Faskes seperti Rumah Sakit atau Puskesmas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, drg. Emma Rahmi Aryani, Jumat (29/12/2023).

Ditempat terpisah, Wakil Direktur RSU Jogja, drg. Avy Susantini, menyampaikan terdapat dua orang terpapar COVD-19 dengan fase Kritical.

“Ada kemarin dua orang dirawat secara intensive di ruang ICU, namun sudah dinyatakan sembuh,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengingatkan masyarakat  harus waspada dan menjaga kesehatan di tempat-tempat umum dan sebisa mungkin menggunakan masker agar terhindar dari penyabar Covid-19.

“Masyarakat harus mewaspadai setelah kembali lagi munculnya COVID-19 ini, sebisa mungkin masyarakat harus menggunakan masker agar bisa memutus mata rantai penyebaran Covid,” katanya.

Vaksin Berbayar Sejak Januari 2024

Program vaksinasi Covid-19 dipastikan tidak lagi ada untuk masyarakat umum mulai 1 Januari 2024. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengatakan, vaksin gratis untuk menurunkan risiko infeksi virus corona ini masih tersedia hingga 31 Desember 2023.

Dia pun mengimbau masyarakat agar segera menjalani vaksinasi Covid-19 untuk mengantisipasi lonjakan kasus penularan pada momentum liburan tahun baru 2024.

“Yang penting masyarakat waspada, kemudian yang terus disampaikan perhatikan vaksinnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyatakan sejak Januari 2024 mendatang, Vaksinasi akan berbayar bagi masyarakat umum. Sedangkan bagi masyarakat yang Lanjut Usia (Lansia), Komorbid dan Immunocompromesed tidak berbayar atau gratis. 

“Mulai tanggal 1 Januari 2024 di mulai program Imunisasi COVID-19 bagi lansia, komorbid dan immunocompromesed dengan vaksinasi tidak berbayar. Tetapi bagi masyarakat umum berbayar,” kata Kepala Dinas Kesehatan.

Vaksin COVID-19 Capai Harga Ratusan Ribu Rupiah

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pihaknya belum menentukan harga vaksin Covid-19 yang berlaku mulai 2024.

“Belum, masih dibahas ya,” ujarnya, Kamis (28/12/2023) seperti dilansir dari halaman Kompas.com.

Nadia membenarkan, menurut perkiraan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, harga vaksin kemungkinan mencapai ratusan ribu rupiah per dosis. Bahkan, pada Februari lalu, Menkes menyebut bahwa vaksin booster Covid-19 kemungkinan akan dikenai harga Rp 100.000 per dosis.

Dosis booster ulang ini rencananya diimbau untuk disuntikkan setiap enam bulan sekali. Namun demikian, kisaran tersebut masih akan kembali dihitung oleh pemerintah melalui Kemenkes.

“Akan dihitung dan dipastikan kembali,” kata Nadia.

Vaksin COVID-19 Di RSU Jogja Habis

Wakil Direktur RSU Jogja, drg. Avy Susantini, menyatakan Vaksin COVID-19 di RSU Jogja dinyatakan habis, sejak tahun 2022 lalu. Ketersediaan Vaksin dilaksanakan sesuai arahan Kementerian.

“Saat ini habis, dan tunggu arahan Kementerian. Termasuk juknis penggunaannya,” kata Avy. (TIM)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.