JAKARTA, BERITA MERDEKA Online –  Presiden Ekuador Daniel Noboa mengumumkan perang terhadap kartel narkoba setelah tiga hari gelombang kekerasan terjadi. Ini ketika geng-geng tersebut bentrok dengan angkatan bersenjata negara itu.

Noboa berbicara tentang aksi teroris dan peningkatan kekerasan yang dramatis. Setelah mengguncang Ekuador di beberapa wilayah.

“Kami sedang berperang, kami tidak bisa menyerah kepada para teroris ini, kami melakukan apa yang diperlukan untuk menghilangkan ketidakamanan. Geng-geng ini berpikir bahwa mereka akan menghancurkan presiden dengan menyerbu siaran televisi dan menyandera pasukan keamanan, tetapi mereka tidak akan berhasil,” kata Noboa seperti dilansir Anadolu, Kamis (11/1/2024).

Bentrokan bersenjata sejauh ini telah menyebabkan 11 korban tewas. Pihak berwenang juga melaporkan tindakan kekerasan seperti pembakaran kendaraan, blokade, dan pemboman di sejumlah provinsi.

Pada Selasa (9/1/2024), Noboa mengumumkan konflik bersenjata internal. Serta menyatakan 22 kelompok kriminal aktif di negara tersebut sebagai organisasi teroris.

Melalui keputusan presiden, ia mengerahkan pasukan untuk memerangi geng kriminal yang meneror penduduk. Menurut Noboa, melabeli kelompok tersebut sebagai organisasi teroris memungkinkan pemerintah mengambil berbagai tindakan terhadap mereka.

“Semua kelompok teroris ini adalah sasaran militer. Dan jika anda ingin melawan beranilah dan lawan militer secara langsung,” ujarnya.

Keputusan tersebut ditandatangani setelah orang-orang bersenjata menyerbu masuk ke stasiun televisi TC Television di Kota Guayaquil. Selama siaran langsung, para teroris itu menyandera sambil mengacungkan senjata dan granat.

Pada hari yang sama, orang-orang bersenjata mengambil alih fasilitas sebuah universitas di Guayaquil, menodongkan senjata kepada para mahasiswa. Tiga belas tersangka telah ditangkap atas serangan di studio televisi. (INT)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.