KATINGAN, BERITA MERDEKA Online – Keluarga korban laka lantas tunggal yang menelan korban jiwa, yang terjadi pada hari Minggu tanggal 22 Januari 2024 di jalan Baun Banggo Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan, mengkritisi pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Mas Amsyar Kasongan.

Setelah terjadi kecelakaan tunggal oleh mobil minibus Avanza, dua orang dikabarkan meninggal dunia, satu meninggal ditempat kejadian dan satu meninggal saat perjalanan menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah Mas Amsyar Kasongan, sedangkan korban lainnya dalam penanganan diruang UGD.

Saat di konfirmasi awak media kepada keluarga korban, mengatakan bahwa penanganan
oleh pihak rumah sakit terhadap beberapa korban, kurang baik. Sebab pasien atas nama Naila, pihak rumah sakit sebelumya merencanakan merujuk pasien pada pukul 22.30 WIB, molor hingga pukul 06.00 WIB.

Sebelum dirujuk, pasien telah dimasukkan ke ruangan ICU, pihak keluarga juga merasa penanganan untuk pelayanan membuat keluarga korban semakin panik, sebab salah seorang perawat mengatakan kondisi pasien tidak baik dan bukan menjadi tanggungjawabnya.

Perawat itu kata keluarga korban, pasien hanya titipan saja. Sedangkan perawat pada bagian UGD, berkilah bukan menjadi tanggungjawabnya melainkan pihak ICU.

Sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Doris Sylvanus, terdapat juga pasien atas nama Widia putri, Sri Wahyuni dan Siti Patimah yang rawat inap diruangan Anggrek, mengaku komplain karena pihak rumah sakit tidak  peduli.

Saat di konfirmasi direktur RSUD Mas Amsyar, dr. Agnes Nissa Paulina menerima laporan dan kritikan pihak keluarga pasien itu, dan akan menindaklanjuti dan akan terus berupaya melakukan perbaikan pelayanan maksimal terhadap pasien. Hal itu disebabkan miskomunikasi, menurut direktur. (MD).


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.