JAKARTA, BERITA MERDEKA Online –  Kasus-kasus baru stunting yang ditemukan, salah satunya dikarenakan kurangnya mengkonsumsi protein hewani. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Dirjen Kesmas Kemenkes) Maria Endang Sumiwi.

Menurut Endang, stunting perlu dicegah sebab kasus-kasus stunting baru selalu masuk. Mencegahnya lebih baik dimulai sejak Ibu mengandung bayi.

“Kita juga melihat data-data bahwa kasus-kasus stunting baru ini selalu masuk, kita ngga pengen ada stunting baru. Jadi banyak (kasus) stunting baru itu ternyata karena makanan pendamping ASI itu belum cukup baik,” kata Endang dalam acara Hari Gizi Nasional di Jakarta, Minggu (28/1/2024).

Endang menjelaskan, pencegahan stunting dimulai dari menjaga asupan Ibu dari makanan yang bergizi. Selanjutnya, setelah bayi lahir diberikan ASI eksklusif selama enam bulan.

“Setelah enam bulan diberi tambahan makanan padat makanan pendamping ASI. Disini yang menjadi tema fokus Hari Gizi Nasional, pada fase enam bulan menuju dua tahun, karena di situlah angka stunting naik tinggi,” ujar Endang.

Untuk itu, Endang menyarankan agar para kader di lapangan mengingatkan orangtua, untuk memulai MP-ASI di atas usia enam bulan. Dia juga menyarankan agar setiap kali makan anak memperoleh protein hewani dari telur, ikan, daging dan sebagainya.

“Itu harus cepet dimulai di usia 6 bulan, jangan diundur-undur dan harus ada protein hewaninya, kalau bisa dua jenis. Kemenkes sudah mengeluarkan banyak pedoman, banyak resep dan tips-tips yang bisa diakses di ayosehat.kemkes.go.id,” ucap Endang. (INT)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.