Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) baru-baru ini mengadakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemikiran mahasiswa, khususnya dalam rangka menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta tahun 2024. Acara ini dirancang untuk memberikan wawasan serta bekal yang memadai bagi para mahasiswa dalam menghadapi Pilkada mendatang.
Rafli, Ketua Komisariat PMII UNJ, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat membantu mahasiswa mengembangkan sikap kritis terhadap berbagai fenomena sosial, budaya, dan politik yang terjadi saat ini. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menyikapi situasi dengan pikiran kritis dan energi positif, bukan dengan semangat untuk menghakimi atau menafikan, melainkan untuk memperbaiki dan memberikan nilai tambah. ”Mahasiswa perlu mengembangkan sikap kritis dalam menyikapi fenomena sosial budaya dan politik yang terjadi;. Sikap kritis tersebut harus dibarengi dengan energi positif bukan semangat untuk menghakimi atau menafikan, melainkan untuk memperbaiki dan memberikan nilai plus,” ujar Dr. Andy Hadiyanto, M.A., selaku Wakil Rektor III di Kampus Universitas Negeri Jakarta, pada Kamis, 25 Juli 2024.
Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Wakil Rektor III UNJ, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta, Ketua KPU Jakarta Barat, pengamat pemilu, serta berbagai elemen kemahasiswaan lainnya. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan betapa pentingnya acara tersebut dalam memberikan edukasi politik yang mendalam bagi mahasiswa.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 25 Juli 2024. Berdasarkan pasal 101 Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, pemungutan suara Pilkada Jakarta akan berlangsung pada 27 November 2024. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat relevan dalam memberikan pemahaman yang komprehensif kepada mahasiswa mengenai proses dan pentingnya partisipasi dalam Pilkada.
Pendidikan politik bagi mahasiswa sangat penting dalam membentuk generasi muda yang sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Dalam konteks Pilkada, pemahaman yang baik tentang proses pemilihan dan dinamika politik sangat diperlukan agar mahasiswa dapat berpartisipasi secara aktif dan bijak. Melalui kegiatan seperti yang diselenggarakan oleh PMII UNJ, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan yang cukup untuk menilai secara kritis para calon pemimpin daerah.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Dengan bekal pengetahuan yang cukup, mereka dapat menjadi penggerak dalam menciptakan iklim politik yang sehat dan demokratis,” tambah Dr. Andy Hadiyanto. Pendidikan politik yang baik akan membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu-isu politik dan sosial di sekitarnya.
Kegiatan yang digelar PMII UNJ ini juga merupakan upaya untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi di kalangan mahasiswa. Diskusi dan pemaparan yang dilakukan oleh para ahli di bidang pemilu memberikan wawasan yang berharga tentang pentingnya partisipasi aktif dalam proses demokrasi. Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa suara mereka memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan bertindak berdasarkan pengetahuan yang mendalam. Sikap kritis ini harus diimbangi dengan energi positif dan semangat untuk memperbaiki kondisi sosial dan politik, bukan untuk menghakimi atau menafikan pendapat lain. Hal ini penting agar mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang konstruktif. (*)
Editor: TIM BMo Jakarta




Tinggalkan Balasan