SEMARANG, Berita Merdeka Online – Pemerintah Kota Semarang menunjukkan komitmennya dalam mengendalikan dan mengawasi pembangunan gedung dengan meluncurkan aplikasi Si Abunawas (Kolaborasi Pengendalian Bangunan Gedung melalui Pembinaan dan Pengawasan). Aplikasi ini diluncurkan oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, pada Selasa, 6 Agustus 2024, di Hotel Novotel Semarang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Semarang untuk memastikan bahwa setiap pembangunan di wilayahnya sesuai dengan peraturan tata ruang dan tata bangunan yang berlaku.

Si Abunawas dirancang oleh Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang sebagai alat bantu bagi camat dan lurah untuk mengawasi pembangunan di wilayah mereka. Sebelumnya, pengawasan pembangunan di tingkat kecamatan dan kelurahan terkendala karena keterbatasan akses informasi, yang menjadi wewenang pusat. Hal ini seringkali menyulitkan pihak kecamatan dan kelurahan dalam memantau status izin pembangunan gedung dan perumahan, sehingga potensi pelanggaran seringkali luput dari pengawasan.

Wali Kota Semarang, yang akrab disapa Mbak Ita, menjelaskan bahwa aplikasi ini akan memungkinkan camat dan lurah untuk memantau izin pembangunan secara real-time, sehingga mereka dapat memastikan bahwa setiap proyek yang dilakukan di wilayah mereka telah memenuhi semua persyaratan hukum. “Aplikasi ini juga terintegrasi dengan dinas-dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), memungkinkan pemantauan yang lebih komprehensif dan koordinasi yang lebih baik antar instansi,” ujarnya.

Mbak Ita juga menyoroti sejumlah kasus pembangunan yang menyebabkan permasalahan lingkungan, seperti banjir di wilayah Tembalang dan Banyumanik, yang diduga terjadi akibat pembangunan di bantaran sungai tanpa izin. Dalam beberapa kasus, pengembang nakal tidak menyelesaikan tanggung jawabnya terkait penanganan kawasan, sehingga menimbulkan risiko terhadap masyarakat sekitar. “Dengan adanya Si Abunawas, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah lebih dini, menjadikan Semarang sebagai kota yang lebih nyaman dan layak huni,” katanya.

Kepala Distaru Kota Semarang, Irwansyah, menambahkan bahwa *Si Abunawas* merupakan program kolaboratif yang melibatkan pemangku kepentingan di tingkat wilayah untuk memastikan setiap pembangunan di Semarang sesuai dengan tata ruang dan kaidah-kaidah perencanaan kota. “Harapannya, aplikasi ini dapat menjadikan Semarang kota yang handal, aman, dan nyaman, serta mendukung pengurangan kemiskinan melalui perbaikan tata ruang yang lebih baik,” tandasnya.(day)