SEMARANG, Berita Merdeka Online – Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena menerbitkan buku berjudul *”Pilpres 2024: Kesaksian Para Penulis,”* sebuah antologi esai yang mengumpulkan pandangan dan refleksi dari 76 penulis terkait Pemilihan Presiden 2024. Buku ini merupakan hasil dari inisiatif Ketua Umum Satupena, Denny JA, yang mengusulkan penerbitannya pada Februari 2024.
Sekretaris Jenderal Satupena, Pusar Satrio Arismunandar, yang juga bertindak sebagai editor buku ini, menjelaskan bahwa Pemilu dan Pilpres 2024 merupakan peristiwa penting yang akan memengaruhi masa depan Indonesia. Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah India dan Amerika Serikat, hasil dari pemilihan ini memiliki dampak signifikan, baik bagi Indonesia sendiri maupun dalam konteks internasional.
Pada awalnya, buku ini direncanakan hanya berisi 25 tulisan. Namun, antusiasme dari para penulis ternyata sangat tinggi. Sebanyak 133 penulis menyatakan minat untuk berkontribusi, meskipun akhirnya hanya 77 naskah yang diterima oleh tim penyunting. “Dari jumlah tersebut, 74 tulisan dianggap layak untuk dimasukkan dalam buku, dengan satu tulisan yang ditulis oleh tiga orang penulis,” ujarnya.
Di antara penulis yang berkontribusi, terdapat 13 anggota Satupena Jawa Tengah yang turut menyumbangkan esai mereka. Ketua Umum Satupena Jawa Tengah, Gunoto Saparie, menyebutkan nama-nama penulis tersebut, termasuk dirinya sendiri dan beberapa penulis lain seperti Ki RM Ismunandar C, Tirta Nursari, dan Warsit MR.
Buku setebal 410 halaman ini diterbitkan dalam format digital PDF dan tidak dicetak dalam bentuk fisik. Bagi mereka yang membutuhkan versi cetak, Satrio mempersilakan untuk mencetaknya secara mandiri.
Satrio menekankan pentingnya meninggalkan jejak tertulis dalam sejarah, terutama terkait peristiwa besar seperti Pilpres 2024. Ia mengutip sastrawan Pramoedya Ananta Toer yang menyatakan bahwa menulis adalah cara untuk bekerja bagi keabadian. “Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat menjadi kesaksian penting para penulis Indonesia tentang Pilpres 2024,” katanya.
Selain itu, Satrio juga menyoroti perhatian dunia internasional terhadap proses Pemilu dan Pilpres 2024 di Indonesia, mengingat posisi strategis negara ini dalam kancah global. Menurut proyeksi Standard Chartered, PDB Indonesia pada 2030 diperkirakan mencapai $10,1 triliun, menjadikan Indonesia salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Proyeksi ini semakin menegaskan pentingnya peran Indonesia di tingkat internasional.(day)



Tinggalkan Balasan