Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Yayasan Islamic Center Muhammadiyah Kota Bengkulu dengan tegas menyatakan sikap penolakan terhadap paham terorisme, radikalisme, intoleransi, serta penyebaran hoaks. Pernyataan ini ditekankan dalam kegiatan silaturahmi yang diselenggarakan Polda Bengkulu bersama Pondok Pesantren Al-Mubaarak, Yayasan Islamic Center Muhammadiyah di Kota Bengkulu, yang terletak di Jalan Karang Indah, Kelurahan Sumur Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 21 Oktober 2024, pukul 11.00 WIB, dengan dihadiri oleh pengurus pesantren, santri, dan perwakilan dari Polda Bengkulu.

Yayasan Islamic Center Muhammadiyah Kota Bengkulu dengan tegas menyatakan sikap penolakan terhadap paham terorisme, radikalisme, intoleransi, serta penyebaran hoaks.


‎Mengusung tema “Pondok Pesantren Al-Mubaarak Yayasan Islamic Center Muhammadiyah Kota Bengkulu Menolak Paham Terorisme, Radikalisme, dan Intoleransi serta Penyebaran Berita Hoaks guna Menjaga Situasi Kamtibmas Selama Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2024 yang Aman dan Damai”, acara ini bertujuan untuk memperkuat tekad masyarakat dalam melawan paham-paham yang dapat merusak kedamaian serta persatuan di Indonesia, khususnya di Provinsi Bengkulu.

‎Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Polda Bengkulu mengimbau masyarakat untuk ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas) selama berlangsungnya tahapan Pilkada serentak 2024.

‎“Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, terutama saat pelaksanaan Pilkada serentak 2024. Jadikan negeri ini tersenyum dengan aktivitas positif, jauhkan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan, dan hindari penyebaran berita hoaks guna menjaga situasi tetap damai,” tutur perwakilan dari pihak kepolisian.

‎Sementara itu, pihak Pondok Pesantren Al-Mubaarak menyatakan komitmennya untuk berperan aktif dalam mencegah masuknya paham terorisme, radikalisme, dan intoleransi. Melalui pesantren, mereka berupaya memberikan pendidikan yang berbasis keagamaan dan kebangsaan, demi membentuk generasi yang toleran dan cinta damai.

‎Pondok Pesantren Al-Mubaarak, turut mengungkapkan dukungan penuh kepada kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama Pilkada serentak berlangsung.

‎“Kami dari Ponpes Al-Mubaarak siap mendukung tugas kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas selama Pilkada serentak 2024. Kami akan melakukan kontra-narasi terhadap penyebaran paham radikalisme, terorisme, dan intoleransi. Selain itu, kami akan memberikan informasi terkait kepada pihak berwenang, terutama apabila terdapat indikasi simpatisan organisasi terlarang di sekitar lingkungan pesantren,” ujarnya.

‎Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pesantren-pesantren lain di Bengkulu dalam meningkatkan kewaspadaan serta menjaga ketertiban dan kedamaian di masyarakat. Pihak Ponpes Al-Mubaarak juga bertekad untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya hoaks yang dapat memicu kebencian dan perpecahan.

‎Dengan adanya kerja sama yang solid antara Polda Bengkulu dan Pondok Pesantren Al-Mubaarak, diharapkan masyarakat Bengkulu akan semakin sadar akan pentingnya menjaga persatuan dan ketertiban. Kegiatan ini juga menjadi upaya preventif untuk mencegah masuknya paham-paham negatif yang dapat mengancam stabilitas bangsa.

‎Melalui pesantren yang menjadi pusat pendidikan agama, pihak Ponpes Al-Mubaarak ingin berkontribusi positif dalam menciptakan suasana Pilkada serentak 2024 yang damai dan aman. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang bebas dari terorisme, radikalisme, intoleransi, serta hoaks.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.