BLORA, Berita Merdeka Online – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora, mengungkapkan berencana pengajuan pinjaman daerah sebesar Rp 215 miliar untuk perbaikan jalan kabupaten yang rusak.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Blora Mustopa, usai rapat paripurna di ruang lobi DPRD Blora, pada Sabtu, 30 November 2024.
“Pinjaman ini sudah dibahas bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), mencakup 28 titik jalan di seluruh kecamatan,” jelas Mustopa.
Menurutnya, nilai pinjaman disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah agar angsurannya tidak membebani APBD. Ia juga menekankan pentingnya kualitas pembangunan jalan untuk memastikan konstruksinya tahan lama.
“Jika kondisi tanah lemah, pengecoran menjadi prioritas agar jalan lebih kuat dan tahan lama,” imbuh Mustopa, politisi PKB asal Todanan.
Ia berharap perbaikan jalan ini mampu menciptakan konektivitas antar kecamatan yang lebih baik sehingga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Sumber Dana dan Pengelolaan Fiskal
Mustopa menyerahkan perhitungan bunga dan pengelolaan dana kepada Pemerintah Kabupaten Blora melalui Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Ia yakin penghitungan dilakukan sesuai kemampuan fiskal daerah.
“Yang pasti ini program prioritas untuk kebutuhan masyarakat Blora. Mulai 2025, jalan antar kecamatan akan lebih mantap,” tegasnya.
Dukungan DPRD
Langkah ini didukung Wakil Ketua DPRD Blora, Lanova Candra Tirtaka, dari Partai Gerindra. Ia menilai infrastruktur jalan yang memadai sangat mendesak untuk menunjang aktivitas masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah.
“Infrastruktur jalan yang baik penting untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pembangunan Blora. Kami berharap pengajuan pinjaman ini segera disetujui agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Candra.
Dengan rencana ini, DPRD optimis bahwa perbaikan jalan yang tersebar di berbagai kecamatan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Blora.
DPRD berharap program ini dapat direalisasikan mulai tahun 2025 agar 28 ruas jalan yang rusak di kabupaten Blora menjadi lebih layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara merata.(day)




Tinggalkan Balasan