Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya mendorong transformasi digital dengan menyinergikan data dan sistem informasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah strategis ini menjadi fokus utama dalam rapat lintas sektor yang berlangsung di Balai Raya Semarak pada Jumat sore (17/1/2025).

Rapat yang dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Haryadi, membahas tiga agenda penting: pengembangan Dashboard Command Center, integrasi ePresensi Mobile, dan pembangunan Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SLTA untuk Tahun Ajaran 2025/2026.

“Rapat ini bertujuan untuk menyepakati peran, tanggung jawab, dan alokasi sumber daya antar-OPD demi keberhasilan program digitalisasi yang digagas oleh Diskominfotik,” ujar Haryadi. Ia juga menekankan pentingnya dukungan penuh dari setiap OPD untuk mencapai tujuan bersama.

Pada tahap awal, 12 OPD terlibat langsung dalam pengembangan Dashboard Command Center dengan peran sebagai berikut:

  1. Diskominfotik: Pengembang utama sistem dashboard, penyedia infrastruktur, dan pengelola keamanan data.
  2. Bapperida: Mendukung koordinasi lintas OPD untuk implementasi sistem.
  3. Disdukcapil: Menyediakan data kependudukan berdasarkan kebutuhan analitik.
  4. Dinkes: Menyediakan data fasilitas kesehatan, imunisasi, dan stunting.
  5. Disnakertrans: Menyediakan data tenaga kerja dan lapangan pekerjaan.
  6. Dinas PUPR: Menyediakan data infrastruktur seperti jalan dan gedung.
  7. Dinas Dikbud: Menyediakan data pendidikan, sebaran siswa, dan guru.
  8. Disperindag: Menyediakan data harga pangan dan industri lokal.
  9. Dinsos: Menyediakan data kemiskinan dan bantuan sosial.
  10. RSMY & RSKJ: Menyediakan data layanan kesehatan dan ketersediaan kamar.
  11. Bapenda: Menyediakan data pendapatan daerah.
  12. BKD: Menyediakan data kepegawaian.

Pengembangan sistem ePresensi akan terintegrasi dengan Sistem Ekinerja. Menurut Kepala Diskominfotik Provinsi Bengkulu, Oslita, sistem ini akan mempermudah pelaporan aktivitas kerja pegawai secara real-time. “Keamanan data akan ditingkatkan dengan migrasi ke cloud. Laporan SPT dan TPP tidak lagi membutuhkan dokumen cetak, menghemat waktu dan biaya,” jelasnya.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Haryadi, memimpin rapat lintas sektor tentang transformasi digital di Balai Raya Semarak, Jumat (17/1/2025). Fokus pembahasan meliputi pengembangan Dashboard Command Center, ePresensi Mobile, dan Sistem PPDB. (Dokumentasi Berita Merdeka Online)

Pembangunan Sistem Layanan PPDB tingkat SLTA dirancang untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi. Sistem ini akan diuji coba pada April 2025.

Diskominfotik akan mengembangkan sistem dan infrastruktur cloud, sementara Dinas Pendidikan menyediakan API Dapodik dan anggaran terkait. Dukungan validasi data kependudukan akan dikelola oleh Dinas Dukcapil.

“Kami butuh komitmen dari semua OPD untuk menyediakan data yang relevan dan akurat. Sistem ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam pengelolaan PPDB,” tegas Oslita.

Langkah-langkah transformasi digital ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat layanan publik dan meningkatkan efisiensi di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. (Anton)

 


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.