Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Anggota DPD RI, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menyampaikan bahwa hari ini Kamis (27/2) DPD RI bersama Poltekkes Kemenkes Bengkulu menggelar Seminar Nasional bertema “Peluang dan Tantangan Farmasi di Era Revolusi Industri 6.0”. Seminar ini membahas persiapan menghadapi Revolusi Industri 6.0, khususnya bagi tenaga farmasi, untuk menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin berkembang.

Dalam kesempatan ini, Destita Khairilisani juga memberikan beasiswa kepada enam mahasiswa Poltekkes Kemenkes RI. Beasiswa ini diberikan kepada satu mahasiswa dengan IPK tertinggi di setiap angkatan, serta satu mahasiswa dengan IPK minimal 3 dari keluarga kurang mampu. Dengan demikian, setiap angkatan memiliki dua penerima beasiswa. Destita menyampaikan bahwa ini adalah bentuk apresiasi dan stimulus agar mahasiswa semakin semangat belajar dan konsisten meraih prestasi.
“Kita harapkan beasiswa ini bisa menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk terus berjuang dalam pendidikan. Mereka yang rajin dan berprestasi akan kita apresiasi,” ujar Destita, di Gedung Auditorium Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
Selain seminar, Destita juga menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Buku-buku sosialisasi Empat Pilar turut dibagikan kepada mahasiswa dan masyarakat agar nilai-nilai kebangsaan semakin tertanam kuat di Provinsi Bengkulu.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Eliana, SKM., MPH. Tiga narasumber kompeten turut hadir, yaitu Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu, Yogi Abaso Mataram, S.Si., Apt., dan Kaprodi DIII Farmasi Polkeslu, Apt. Resva Meinisasti, M.Farm.
Dalam seminar ini, juga diluncurkan produk kosmetik sunscreen Ghaisani Cosmetic, hasil penelitian Program Studi Farmasi Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Kepala BPOM Bengkulu, Yogi Abaso Mataram, memastikan produk ini aman dan telah melalui proses pengawasan ketat.
“Kami telah mendampingi proses produksi dan memastikan produk ini memenuhi standar keamanan dan mutu yang ditetapkan,” ujar Yogi. Meski produksi dilakukan di luar Bengkulu, BPOM terus mengawasi untuk menjamin kualitas produk.
Seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pendidikan, industri, dan regulator demi memajukan sektor farmasi di era digital. Dengan adanya seminar, beasiswa, dan peluncuran produk inovatif, diharapkan mahasiswa semakin siap bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan kesehatan nasional.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan para pemangku kepentingan menunjukkan komitmen nyata dalam mencetak tenaga farmasi unggul, berdaya saing, dan berwawasan kebangsaan, siap menghadapi tantangan Revolusi Industri 6.0 yang semakin dinamis dan kompetitif.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan