TAPAKTUAN, Beritamerdekaonline.com – Pemkab Aceh Selatan menyambangi Gampong Silolo Pasie Raja terkait kisruh Bantuan BST Kemensos RI, dimana rombongan ini dipimpin langsung Plt. Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran.

Rencananya Pemerintah Daerah Aceh Selatan dalam hal ini, Plt. Bupati Tgk Amran, bersama pimpinan lainya menfasilitasi persoalan Keuchik Silolo Ridwan dengan warganya terkait masalah bantuan BST yang berujung demo dan merusak kantor keuchik serta fasilitasnya bulan ramadhan lalu.

Demi penyelesaian masalah tersebut, pihak pemkab mengharapkan kepada masyarakat menerima oknum Keuchik Ridwan memimpin kembali, agar roda pemerintah Gampong Silolo berjalan seperti biasa dan tidak berlanjut menjadi polemik berkepanjangan.

Namun sempat terjadi ketegangan disaat, Plt. Tgk. Amran berpidato menyampaikan persoalan Bantuan Sosial Tunai (BST), dimana bantuan tersebut bukanlah data yang berasal dari pemerintah desa atau kabupaten, melainkan data tersebut dari pemerintah pusat, untuk itu kesalahan tersebut bukanlah kesalahan dari pihak pemerintah desa.

Lantas dengan spontan warga Gampong Silolo yang hadir saat itu, baik laki-laki maupun perempuan bersitegang dan ngotot bahwa kesalahan itu tetap ditujukan kepada oknum Keuchik Ridwan seraya bersorak.

“Pak Bupati segera copot Keuchik kami, masyarakat Silolo sudah muak dengan tingkah lakunya,” Teriak warga, di komplek halaman Mesjid Gampong Silolo.

“Plt tidak bisa memberhentikan oknum Keuchik dengan sewenang-wenang karena akan berdampak negatif pada pemerintahan, sebab pimpinan sebelumnya pernah mencopot oknum salah satu oknum Keuchik di daerah Kota Fajar dan oknum Keuchik itu membawa kasusnya ke PTUN, Keuchik tersebut memenangkannya dan pihak Pemkab terpaksa mengembalikan jabatan Keuchik tersebut, belajar dari itu Plt Bupati tidak ingin kecolongan,” katanya. Kamis (11/6/2020).

Sementara itu Wakapolres Aceh Selatan, Kompol Beny, kepada masyarakat Silolo agar menanggapi persoalan yang terjadi saat ini, harus di selesaokan dengan tenang dan kepala dingin, agar persoalan antara oknum Keuchik Ridwan dan masyarakat berdamai tanpa melalui proses hukum.

Namun, masyarakat Gampong Silolo tetap pada prinsipnya agar oknum Keuchik Ridwan segera diberhentikan dari jabatannya walaupun demikian masyarakat Silolo ingin hal ini di proses secara hukum.

“Kami siap diproses secara hukum,” teriakan masa yang hadir.

Disaat yang sama, Imum Chiek Gampong Silolo, Tgk. Hanafi mengatakan, dimana ia selaku Imum Chiek, sangat mengharapkan kepada Bupati agar mencari solusi yang tepat dengan kejadian ini, dan ia selaku pemangku hukum dan adat di Gampong ini, tidak bisa berbuat banyak lantaran persoalan konflik antara masyarakat Gampong Silolo dengan oknum Keuchik Ridwan tidak bisa menyatu lagi akibat bantuan BST tersebut.

“Besar harapan kami, selaku Imum Chiek, sangat mengharapkan kepada Keuchik Ridwan dengan lapang dada mengundurkan diri dengan terhormat, karena masyarakat Silolo tidak ingin lagi dipimpin oleh Keuchik Ridwan,” Jelasnya.

Hal serupa juga dilontarkan oleh Ketua Pheut Gampong Silolo, Tgk. Saleh mengungkapkan, jika dalam waktu seminggu ini oknum Keuchik Ridwan tidak mengundurkan diri, dia dan anggota tuha pheut serta perangkat Gampong lainnya akan mengundurkan diri, tegas Tgk. Saleh dihadapan masyarakat yang disaksikan Plt Bupati Tgk Amran, Wakapolres, Sekda dan pejabat lainya yang berhadir saat silaturahmi tersebut.

Hadir Plt Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, Waka Polres Aceh Selatan, Kompol Beny, Sekda H.Nasjuddin, SH,MM, Asisten I Erwiandi, Asisten II Zaini Bakri, Kepala DPMG Agustinur, Kadis Sosial Zubir Effendi, Kasatpol PP, Dicky, Kabag Pemerintah Agusman Yasri, Kabag Humas Ramli Tanjung dan Kabag TU Pimpinan, Muspika dan masyarakat Silolo Kecamatan Pasie Raja. (Kausar).

Penulis : Kausar


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.