Arosuka, Beritamerdekaonline.com – Pemerintah Kabupaten Solok terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani melalui inovasi baru. Salah satu langkah terobosan adalah peluncuran program “Sawah Pokok Murah”, sebuah metode budidaya padi yang lebih hemat biaya namun tetap optimal dalam hasil panen. Program ini secara resmi diluncurkan oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, SH, bersama Wakil Bupati H. Candra, SH.I, di Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kamis (13/3/2025).
Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mengurangi biaya produksi hingga 50% sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen.
“Padi adalah kebutuhan utama masyarakat. Dengan metode Sawah Pokok Murah, kita bisa mengurangi biaya produksi secara signifikan tanpa mengorbankan hasil panen,” ujarnya di hadapan para petani, Ketua TP PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, serta sejumlah pejabat terkait.
Terobosan Pertanian untuk Petani Solok
Program ini mengadopsi teknik pertanian yang lebih efisien dengan mengurangi pengolahan tanah secara intensif serta meminimalkan penggunaan pupuk kimia. Salah satu inovasi utamanya adalah pemanfaatan jerami yang langsung dikomposkan di lahan sawah guna meningkatkan kesuburan tanah, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pupuk sintetis.
Meskipun metode ini telah diterapkan di beberapa daerah lain, Kabupaten Solok melakukan adaptasi agar sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan petani setempat. Teknik ini sebelumnya telah diuji oleh Ir. Joni, mantan Kepala Dinas Pertanian Sumatera Barat, dan terbukti mampu meningkatkan produksi panen sambil menekan biaya operasional.
Dukungan Penuh bagi Petani
Bupati Jon Firman Pandu menegaskan komitmennya dalam mendukung petani agar sektor pertanian semakin maju dan mandiri.
“Saya sangat menghargai upaya para petani dalam berinovasi. Program ini bukan sekadar penghematan biaya, tetapi juga upaya untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan metode ini, kita berharap hasil panen lebih melimpah dengan biaya produksi yang lebih rendah,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah.
“Mari kita bersama-sama membangun pertanian yang lebih maju, kompetitif, dan berkelanjutan. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi berkah bagi generasi mendatang,” tutupnya.
Diharapkan, penerapan metode “Sawah Pokok Murah” dapat menjadikan Kabupaten Solok sebagai contoh sukses dalam pengelolaan pertanian yang efisien dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di daerah tersebut. (Ikhsan YP)

Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan