Payakumbuh, Beritamerdekaonline.com – Keinginan masyarakat Payakumbuh untuk memiliki Masjid Agung yang sekaligus menjadi ikon wisata religi masih belum terealisasi. Meski lahan seluas 5 hektare di Kelurahan Pakan Sinayan, Kecamatan Payakumbuh Barat, telah dibebaskan, proyek ini belum menunjukkan kemajuan berarti.

Panitia pembangunan yang dibentuk pada era Pj Wali Kota Jasman Rizal tahun 2023 tampaknya belum menunjukkan progres nyata. Wacana yang semula disuarakan dengan penuh optimisme kini seolah meredup.

Masyarakat Menunggu Kejelasan

Keterlambatan ini memicu keresahan masyarakat, apalagi pembangunan Masjid Agung kerap menjadi janji politik dalam setiap pemilihan kepala daerah. Meski demikian, proyek ini seharusnya tetap berjalan sesuai rencana, mengingat anggaran telah dialokasikan untuk pembebasan lahan.

Pergantian kepemimpinan ke Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman membawa harapan baru agar panitia pembangunan segera bergerak. Apalagi, Elzadaswarman yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota sebelumnya merupakan Asisten II Pemko Payakumbuh dan bagian dari panitia pembangunan.

Hambatan dan Harapan

Sebelumnya, Pj Wali Kota Payakumbuh Jasman Rizal pernah menyampaikan bahwa ada calon donatur yang siap menyumbang, namun karena belum ada langkah konkret dari panitia, dana tersebut belum bisa digunakan.

“Jika peletakan batu pertama dilakukan, partisipasi masyarakat dan donatur akan lebih mudah terwujud,” ungkap Jasman dalam pertemuan pada November 2023.

Namun, hingga kini belum ada perkembangan signifikan yang tampak di lapangan. Masyarakat pun mempertanyakan komitmen panitia dan pemerintah dalam mewujudkan proyek ini.

Sejarah Panjang Perjalanan Masjid Agung

Gagasan pembangunan Masjid Agung Payakumbuh pertama kali dicetuskan pada era Wali Kota Riza Falepi. Awalnya, lokasi yang diusulkan berada di Padang Kaduduak, namun ditolak DPRD. Alternatif lainnya adalah eks Kantor Bupati Limapuluh Kota dan eks Kantor Dinas Pertanian, namun kedua opsi ini juga tidak berhasil direalisasikan.

Akhirnya, Pemko memutuskan untuk membeli tanah masyarakat di Kelurahan Pakan Sinayan. Meski lahan telah tersedia, pembangunan masih belum dimulai.

Akankah Masjid Ini Benar-benar Dibangun?

Kini, masyarakat menanti langkah konkret dari Pemko Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman. Apakah panitia akan kembali aktif dan proyek ini segera berjalan? Ataukah Masjid Agung Payakumbuh hanya akan menjadi wacana tanpa realisasi?

Publik akan terus mengawal perkembangan ini. Harapan mereka tetap besar, namun mereka juga ingin melihat bukti nyata bahwa proyek ini benar-benar diwujudkan. (NS)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.