Merangin, Berita Merdeka Online – Dalam semangat melestarikan budaya daerah, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Suyono, S.Sos melalui Danpos Ramil Mandiangin, Letda Inf Indra Gunawan, menghadiri pagelaran seni Kuda Lumping di Biduk Amo Ujung Tanjung, Kelurahan Pasar Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin. Acara yang digelar oleh Paguyuban Seni Tradisional Kuda Lumping ini berlangsung pada malam hari, mulai pukul 21.00 WIB, dan disambut antusias warga.

Acara ini diadakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan halal bihalal, sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya tradisional. Selain perwakilan dari Kodim, hadir pula sejumlah tokoh penting, seperti Bupati Merangin yang diwakili oleh Kepala Dinas Parpora Sukoso, S.STP, Camat Bangko Anggi, S.STP, Babinkamtibmas Polsek Bangko, serta seluruh jajaran pengurus Paguyuban Seni Kuda Lumping “Turonggo Tresno Budoyo”.

Pentas Kuda Lumping malam itu berlangsung meriah. Para penari menampilkan atraksi khas yang memukau, diiringi alunan musik tradisional yang menggema di seluruh area acara. Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur bangsa.

Letda Inf Indra Gunawan dan pejabat daerah menghadiri pentas seni Kuda Lumping di Merangin.
Danpos Ramil Mandiangin Letda Inf Indra Gunawan bersama para pejabat daerah menghadiri Pentas Seni Kuda Lumping dalam rangka halal bihalal di Biduk Amo Ujung Tanjung, Merangin.

Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap seni budaya lokal yang saat ini mulai tergerus oleh perkembangan zaman. Upaya seperti ini dianggap sangat penting untuk membentuk identitas budaya yang kuat, khususnya di tengah generasi muda.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya penonton yang memenuhi area acara hingga larut malam. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kehangatan, berakhir pada pukul 01.10 WIB. Suasana meriah dan kebersamaan yang tercipta menjadi bukti nyata bahwa budaya tradisional seperti Kuda Lumping masih mendapat tempat istimewa di hati masyarakat Merangin.

Melalui kegiatan ini, diharapkan akan muncul lebih banyak generasi muda yang mau belajar dan meneruskan tradisi seni budaya daerah, sehingga kekayaan budaya bangsa tetap lestari sepanjang masa.

Acara ditutup dengan suasana penuh kehangatan, menandai keberhasilan paguyuban dalam menghidupkan semangat tradisional sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Paguyuban “Turonggo Tresno Budoyo” berharap pentas ini bisa menjadi agenda rutin untuk menghidupkan kembali kecintaan generasi muda terhadap budaya tradisional, sekaligus mempererat persatuan melalui seni budaya.

Penulis : Moh Basori.