Beijing, Berita Merdeka Online — Tiga astronaut misi berawak Shenzhou-19 akhirnya tampil perdana di hadapan publik setelah kembali dari luar angkasa pada April 2025 lalu. Konferensi pers ini digelar di Beijing pada Rabu, 9 Juli 2025, menjadi momen berbagi cerita dan capaian luar biasa yang mereka torehkan selama hampir enam bulan di orbit.
Ketiga astronaut, yakni Cai Xuzhe, Song Lingdong, dan Wang Haoze, dipastikan dalam kondisi fisik dan mental yang prima. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis terbaru, kekuatan otot, daya tahan, serta fungsi jantung dan paru mereka telah kembali normal seperti sebelum penerbangan.

Misi Shenzhou-19 sendiri diluncurkan pada 30 Oktober 2024, dan berhasil melakukan docking dengan modul inti stasiun luar angkasa Tianhe, membentuk satu kesatuan sistem yang mendukung beragam eksperimen. Ketiganya mendarat kembali di Bumi pada 30 April 2025, menuntaskan 183 hari penerbangan di orbit.
“Selama di luar angkasa, kami melaksanakan tiga kali aktivitas luar wahana (EVA) dengan durasi terlama hingga sembilan jam, memecahkan rekor astronaut China,” jelas Cai Xuzhe, komandan kru Shenzhou-19 yang juga telah berpengalaman dalam misi Shenzhou-14.
Cai menekankan bahwa setiap misi bukan sekadar pengulangan, tetapi selalu membawa lompatan teknologi dan pengalaman.
“Setiap keberhasilan EVA adalah kerja sama tim antara awak di orbit dan para insinyur di Bumi. Ini membuktikan keandalan teknologi antariksa China, termasuk pakaian EVA yang kami gunakan,” tambahnya.
Salah satu terobosan menarik adalah eksperimen penanaman ubi jalar di orbit, yang berhasil tumbuh subur dengan akar dan umbi yang sehat.
“Kami bangga bisa memanen ubi jalar di luar angkasa. Ini bukan hanya penelitian, tapi juga simbol ketahanan pangan luar angkasa di masa depan,” ungkap Song Lingdong.
Menjelang kepulangan, para astronaut bahkan menyerahkan dua stek ubi jalar kepada kru penerus di modul Tianhe agar penelitian terus berlanjut.
Sebagai insinyur penerbangan, Wang Haoze menyebut bahwa total ada 88 proyek eksperimen yang mereka jalankan, mencakup pengujian teknologi dan muatan di dalam maupun luar modul stasiun.
“Kami berharap seluruh temuan ini bisa bermanfaat untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi luar angkasa China,” ujarnya.
Setelah misi panjang ini, ketiganya masih menjalani masa pemulihan fisik serta evaluasi kesehatan. Setelah dinyatakan fit sepenuhnya, mereka akan kembali menjalani pelatihan rutin sebagai persiapan menghadapi misi penerbangan luar angkasa berikutnya.




Tinggalkan Balasan