Bengkulu, Berita Merdeka Online – 10 Juli 2025. Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) semakin serius mengantisipasi potensi gejolak harga pangan yang bisa berdampak pada inflasi daerah. Salah satu langkah konkret yang akan segera diwujudkan adalah pembentukan Forum Petani Champion (FPC).
Forum ini digagas untuk mengoptimalkan pola tanam secara terjadwal lintas kabupaten, sehingga rantai pasok komoditas strategis seperti padi, cabai, dan bawang merah tetap stabil dan terhindar dari risiko kelebihan pasokan (over-supply) maupun kelangkaan di pasar.

“Melalui Forum Petani Champion, kita ingin mengatur jadwal tanam secara kolektif di tingkat kabupaten agar pasokan lebih merata. Ini penting agar harga tetap stabil dan petani tidak dirugikan karena fluktuasi harga yang ekstrem,” jelas Dhita, perwakilan TPID Bengkulu.
Langkah ini menjadi salah satu poin strategis yang dibahas TPID saat melakukan audiensi bersama Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, pada Kamis sore (10/7).
Selain membentuk FPC, TPID juga berencana menggelar Capacity Building TPID se-Provinsi Bengkulu dan Benchmarking Champion TPID ke Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan yang dijadwalkan pada 30 Juli hingga 2 Agustus mendatang ini bertujuan untuk belajar langsung dari daerah lain terkait strategi pengendalian inflasi yang terbukti efektif.
“Studi lapangan ini akan membuka peluang kerja sama lintas daerah, khususnya dalam pengelolaan komoditas dari hulu ke hilir. Kita ingin Bengkulu punya sistem produksi dan distribusi pangan yang lebih kuat dan efisien,” kata Herwan.
Herwan juga menekankan bahwa peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) akan dioptimalkan untuk mendukung pengelolaan hasil panen agar petani mendapatkan nilai jual yang layak. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan Bengkulu dapat menjaga kestabilan harga pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh kabupaten.
Kebijakan ini mendapat dukungan penuh dari para pemangku kepentingan terkait, mulai dari dinas teknis, pemerintah kabupaten/kota, hingga kelompok tani. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika harga global. (AP)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan