Beritamerdekaonline.com, Medan – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) menegaskan komitmennya untuk memperluas dan memperkuat layanan gizi masyarakat melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.

Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sergai, Suwanto Nasution, S.Pd, MM, saat menghadiri Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan SPPG di Ruang Rapat I Lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (14/8/2025).

Monev yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini bertujuan menilai capaian pembangunan dan efektivitas operasional SPPG di 33 kabupaten/kota. Kegiatan ini juga memastikan layanan gizi berjalan sesuai standar nasional dan menjangkau kelompok yang membutuhkan.

Sekdakab Sergai, Suwanto Nasution, menegaskan bahwa keberadaan SPPG bukan sekadar membangun fasilitas, melainkan memastikan pelayanan gizi benar-benar memberikan dampak positif.

“SPPG adalah instrumen strategis untuk memperluas akses gizi, terutama bagi kelompok rentan. Kami akan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, dari kesehatan, pendidikan, hingga pemerintahan desa, demi keberhasilan Program MBG,” ujarnya.

Ia menambahkan, fokus Pemkab Sergai ke depan meliputi pemeliharaan fasilitas, peningkatan kapasitas relawan, serta pemanfaatan data untuk perencanaan program gizi yang tepat sasaran.

Menurut Suwanto, SPPG diharapkan menjadi pilar utama dalam pencegahan stunting serta peningkatan kualitas gizi anak sekolah. Pemkab Sergai berkomitmen menyesuaikan pembangunan fasilitas sesuai standar nasional, mulai dari kriteria lokasi, kemudahan akses, hingga kelengkapan sarana dasar.

“Dengan dukungan provinsi dan pemerintah pusat, kami optimistis layanan gizi di Sergai akan semakin merata dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumut, T. Agung Kurniawan, memaparkan bahwa 154 unit SPPG ditargetkan beroperasi tahun ini di 31 kabupaten/kota, sementara dua wilayah lainnya masih dalam tahap persiapan.

“SPPG adalah ujung tombak pelayanan langsung kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting. Meski ada kendala teknis, kami optimis program ini akan berjalan maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Kemendagri, Anwar Harun Damanik, menekankan pentingnya tata kelola yang baik, pemilihan lokasi strategis yang aman dan mudah dijangkau, serta integrasi data gizi daerah ke dalam sistem informasi nasional.

“Data yang akurat menjadi dasar intervensi yang tepat sasaran,” tandasnya.

Dengan langkah ini, Pemkab Sergai berharap dapat memberikan layanan gizi yang lebih merata, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kesehatan masyarakat. (M Yamin Nasution – Berita Merdeka Online)