KENDAL, Berita Merdeka Online – Suasana penuh kebersamaan tampak di RT 014, RW 005, Dusun Rowosari, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, pada Sabtu (16/8/2025) malam.
Sebanyak 64 kepala keluarga bersama warga sekitar menggelar malam tirakatan sekaligus rangkaian perayaan lomba dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara dipusatkan di halaman pos ronda dengan nuansa guyub dan meriah.
Berbagai lomba yang digelar mendapat sambutan antusias dari warga. Terdapat tujuh jenis perlombaan untuk anak-anak maupun dewasa, di antaranya pukul air dahan pisang, memasukkan pensil ke botol, makan kerupuk, balap karung, mewarnai, pindah karet dalam tepung, serta makan biskuit.
Dari setiap kategori, dipilih tiga juara sehingga total ada 48 pemenang. Mereka memperoleh piagam dan hadiah, sementara khusus lomba mewarnai disediakan tambahan berupa trophy.
Keseruan semakin bertambah dengan penampilan seni dari grup musik Wahyu Family Acoustik yang menghadirkan hiburan bagi warga.
Puncak kegiatan ditandai dengan Orasi Refleksi Kemerdekaan yang disampaikan Tokoh Pemuda Semarang, Yohanes Febrianto Siripuu Hanalibia, yang juga merupakan guru SD Negeri Sendangmulyo 03 Semarang.
Ketua RT 014, Dr (Hc) Joko Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara rutin tahunan, melainkan wadah mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa kebersamaan.
Ia menekankan bahwa semangat gotong royong yang muncul sejak persiapan hingga pelaksanaan menjadi wujud nyata persatuan warga.
“Malam tirakatan ini bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk memperkuat kebersamaan, rasa syukur, serta menanamkan semangat gotong royong di lingkungan kita,” ungkapnya didampingi Ketua TP PKK RT 014, Falikha Ardiyani Zjubaidi.
Sementara itu, Ketua Panitia Alfian Ade Prasetyo menambahkan, keberhasilan acara tidak lepas dari partisipasi aktif seluruh warga.
Menurutnya, tradisi seperti ini penting dilestarikan karena mampu menumbuhkan semangat kebangsaan dan mempererat ikatan sosial.
“Mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, semua warga ikut serta. Semoga tradisi positif ini terus terjaga di masyarakat,” ujarnya.
Dalam orasi kebangsaannya, Yohanes Febrianto menekankan bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan sejarah, melainkan tanggung jawab bersama untuk diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai kegiatan di tingkat rukun tetangga sangat efektif dalam menanamkan nilai solidaritas, persatuan, dan nasionalisme, terutama bagi generasi muda.
Salah satu peserta lomba mewarnai, Muhammad Rifqi Hamizan, yang berhasil meraih juara pertama, mengaku bangga bisa berpartisipasi.
“Saya senang ikut lomba, apalagi bisa juara dan dapat trophy. Ini jadi motivasi untuk terus berkreasi,” ucapnya dengan semangat.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan dan harapan agar bangsa Indonesia semakin maju.
Warga pun berharap semangat kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini terus terjaga untuk memperkokoh persatuan di lingkungan mereka. (lim)




Tinggalkan Balasan