SEMARANG, Berita Merdeka Online – Warga di lingkungan RW 01, Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, meluapkan kekecewaan atas kondisi jalan rusak yang diduga disebabkan oleh lalu lalang truk dump pengangkut tanah dari perusahaan galian C yang dinilai membahayakan pengguna.
Sebagai bentuk protes, warga memasang sejumlah spanduk berisi keluhan dan tuntutan perbaikan.
Beberapa tulisan dalam spanduk tersebut berbunyi, “Dalane ajur seng meh tanggung jawab sopo??? Rakyat tertib pajak”, “Kami masyarakat sudah tidak tahan melihat kondisi jalan seperti ini!!!”, hingga “Dalane bobrok kabeh arep sambat karo sopo iki”.
Tokoh masyarakat setempat, berinisial IS saat ditemui di kediamannya Dusun Krajan RT 04 RW 01 menuturkan, warga sudah lama merasakan dampak kerusakan jalan.
Menurutnya, kondisi semakin parah saat musim hujan karena becek, sementara di musim kemarau menimbulkan debu yang mengganggu kesehatan.
“Warga ingin jalan ini segera diperbaiki. Apalagi, jalan tersebut sering dilalui truk besar pengangkut material. Padahal statusnya hanya jalan kelas III yang idealnya dilewati kendaraan kecil,” ungkapnya, Selasa (16/9/2025).
Ia menambahkan, kerusakan jalan telah menimbulkan banyak korban.
“Kalau dihitung, sudah puluhan orang mengalami kecelakaan. Ada yang meninggal tergilas mobil, ada yang nyaris tertimpa pintu kendaraan, dan tidak sedikit yang jatuh karena jalan rusak,” jelasnya.
Warga menilai pemerintah kabupaten terkesan abai. Selama ini, perbaikan hanya dilakukan oleh pihak swasta, yaitu PT Ananda, namun sifatnya tambal sulam dan tidak menyelesaikan persoalan.
Menurut warga, kerusakan jalan diperparah oleh lalu lintas kendaraan berat milik PT Ananda maupun tamu perusahaan yang membeli material di lokasi tersebut.
Kendaraan berkapasitas besar itu diduga menjadi penyebab utama cepat rusaknya jalan yang melintasi desa tersebut.
“Kami sudah menunggu perhatian pemerintah, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Harapannya, ada langkah konkret agar jalan kembali layak digunakan,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh.
Mereka juga meminta adanya regulasi yang lebih tegas mengenai penggunaan jalan yang melintasi desa oleh kendaraan berat agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Kepala Desa Wringinputih, Untung Pambudi, saat dikonfirmasi terkait keluhan warga menyampaikan bahwa persoalan tersebut sudah ditindaklanjuti melalui sejumlah pertemuan dengan pihak terkait.
“Sudah ada tindak lanjut, sudah ada pertemuan di Dishub, Pihak Tambang, BPD dan pihak-pihak terkait. Intinya sudah ada kesepakatan dengan pihak tambang dan Dinas terkait, ya kita nunggu aja semoga terpenuhi kesepakatan kemarin,” jelas Untung saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa sore.
Menurutnya, hasil kesepakatan tersebut kini sedang dalam tahap koordinasi lebih lanjut. Pihak tambang akan berkomunikasi dengan manajemen mereka sebelum merealisasikan perbaikan jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
“Hasil rapat tadi malam sudah kami sampaikan pas pengajian dengan warga di salah satu dusun,” ujarnya. (lim)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan