Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat realisasi pembangunan jalan dan infrastruktur penunjang di berbagai wilayah. Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, ST, M.Si, menyampaikan bahwa dari 22 paket pekerjaan jalan yang dianggarkan pada tahun ini, sebanyak 21 paket telah berkontrak dan sebagian besar sudah berjalan sesuai rencana.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, ST, M.Si.


‎Menurut Tejo, sejumlah ruas jalan bahkan telah menunjukkan progres yang signifikan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembangunan jalan di Kabupaten Lebong.

‎“Untuk link jalan di Lebong sudah ada yang mencapai 90 persen, khususnya ruas Kerkap hingga perbatasan Bengkulu Utara. Kondisinya saat ini sudah mulus,” jelasnya, saat menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Percepatan Inpres Nomor 12 Tahun 2025, di Balai Raya Semarak Bengkulu, Selasa (16/9/2025).

‎Selain itu, proyek untuk mendukung akses wisata Air Putih di Lebong juga telah mencapai 50 persen. Namun, terdapat satu kegiatan yang masih terkendala, yaitu penanganan longsor, karena masih menunggu proses pembebasan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Lebong.

‎Tejo mengungkapkan bahwa di Bengkulu Utara terdapat tiga kegiatan pembangunan yang difokuskan pada perbaikan jembatan di Lubuk Durian. Saat ini pengerjaan jalan sudah hampir rampung, sementara perbaikan jembatan masih berlangsung. Selain itu, dua ruas lain di Ketahun dan Napal Putih sudah berjalan dengan progres sekitar 15–20 persen.

‎Di Kabupaten Mukomuko, pekerjaan baru saja dimulai setelah kontrak ditandatangani pada awal pekan lalu.

‎“Hari Senin kontrak sudah ditandatangani, dan langsung dilakukan titik nol di lapangan,” ujar Tejo.

‎Untuk wilayah Kota Bengkulu, terdapat dua proyek utama, yakni pelebaran jalan di Simpang Brimob serta pembangunan jalan di kawasan Danau. Pekerjaan di Simpang Brimob baru mencapai 20 persen, sementara pembangunan jalan di kawasan Danau sudah 50 persen.

‎Sementara itu, di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), pembangunan jalan sepanjang dua kilometer dari Simpang Tugu Hiu telah rampung 100 persen. Pekerjaan jalan di Lubuk sini sampai batas menuju Bengkulu Utara juga telah memasuki tahap pengaspalan dengan progres 35 persen. Adapun ruas Perbo yang memiliki panjang hampir 16 kilometer sudah 50 persen tuntas dengan sebagian jalan telah diaspal.

‎Di wilayah Kepahiang, ruas jalan dari perbatasan Empat Lawang hingga ke Polsek Kepahiang sudah dalam kondisi mulus. Saat ini pengerjaan berfokus pada kawasan pasar, sesuai arahan Gubernur Bengkulu.

‎“Walaupun ada sekitar satu kilometer jalan non-status, tetap kami kerjakan karena menjadi titik utama aktivitas masyarakat,” ungkap Tejo.

‎Pekerjaan jalan di wilayah Selatan, khususnya Bengkulu Selatan, masih dalam tahap tender dan menunggu masa sanggah. Di Kecamatan Pino, satu kegiatan dengan anggaran Rp12 miliar masih menunggu penyelesaian proses administrasi. Sementara itu, pembangunan di Kabupaten Kaur, terutama ruas Padang Guci, telah mencapai 10 persen.

‎Di Kabupaten Seluma, terdapat tiga titik pembangunan jalan. Salah satunya di Padang Capo yang menjadi lokasi paling menantang karena terdapat delapan bukit yang harus diturunkan akibat penurunan elevasi. Untuk tahun ini, pekerjaan difokuskan pada penurunan kontur dan pengoralan, sedangkan pengaspalan akan dilanjutkan pada tahun depan. Dua titik lainnya di Seluma sudah mencapai progres sekitar 50 persen.

‎Secara keseluruhan, Tejo menargetkan pembangunan jalan dapat selesai pada akhir November hingga awal Desember 2025. Meski begitu, ia mengakui bahwa ada beberapa lokasi yang berpotensi mengalami keterlambatan, seperti di Lubuk Sini dan Padang Capo, karena faktor cuaca hujan yang cukup tinggi.

‎Selain jalan, pembangunan infrastruktur lain yang menjadi prioritas adalah rehabilitasi rumah sakit provinsi. Tiga paket yang dikerjakan meliputi poli, ruang Fatmawati, dan instalasi jantung.

‎“Progresnya sudah berjalan, dan karena sifatnya rehabilitasi, kami optimistis pertengahan Desember bisa selesai,” jelas Tejo.

‎Untuk mendukung seluruh proyek tersebut, Dinas PUPR Provinsi Bengkulu mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp60 miliar digunakan untuk pembangunan rumah sakit, sementara selebihnya difokuskan untuk perbaikan dan pembangunan jalan provinsi.

‎Menurut Tejo, alokasi terbesar diberikan untuk Kabupaten Bengkulu Tengah dengan nilai lebih dari Rp100 miliar, disusul Kabupaten Seluma, Rejang Lebong, Lebong, dan Bengkulu Utara. Total terdapat 22 ruas jalan di seluruh kabupaten, dengan jumlah terbanyak berada di Rejang Lebong (empat ruas), Bengkulu Tengah (tiga ruas), serta Seluma (tiga ruas).

‎Dengan progres tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan kondisi jalan provinsi yang baik meningkat dari 52 persen pada tahun lalu menjadi sekitar 70 persen pada akhir 2025.

‎“Target kami jelas, yakni meningkatkan kualitas jalan agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal. Infrastruktur yang baik akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan pariwisata daerah,” tutup Tejo.



Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.