Jakarta, Beritamerdekaonline – Sosok senator perempuan asal Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., kembali menjadi sorotan publik setelah meraih penghargaan Asia Most Creativity Women Leadership Award 2025. Namun di balik sorot kamera dan tepuk tangan penghargaan yang diberikan pada Jumat (28/11/2025) di Sunlake Waterfront Resort and Convention, Jakarta, terdapat perjalanan panjang seorang legislator yang berupaya menghadirkan inovasi di tengah tantangan dunia politik.

Bagi banyak pihak, penghargaan yang diberikan oleh National Award Foundation bersama Mediatama Award Management ini bukan sekadar bentuk pengakuan personal. Justru, penghargaan tersebut dianggap sebagai simbol transformasi kepemimpinan perempuan di tingkat nasional, terutama dalam mendorong pendekatan kreatif pada pelayanan publik dan legislasi.
“Dengan segala kerendahan hati dan rasa syukur yang mendalam, saya berdiri malam ini untuk menerima penghargaan yang sungguh istimewa,” ujar Destita, yang tampil anggun dengan kerudung putih. Ia menegaskan bahwa penghargaan itu adalah energi baru dalam perjuangannya sebagai Anggota DPD RI.
Destita menyoroti bahwa kreativitas dalam dunia politik sering disalahartikan sebagai gebrakan besar atau keputusan monumental. Padahal, menurutnya, kreativitas justru hadir dari kemampuan melihat persoalan secara lebih luas dan merancang solusi yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kreativitas dalam politik bukanlah tentang hal-hal bombastis, melainkan tentang melihat masalah dari berbagai sudut pandang dan menyampaikan aspirasi masyarakat dengan cara yang efektif,” tegasnya.
Sementara itu, Leo Setiawan, Deputy Chief Organizer, dalam sambutannya menekankan bahwa penghargaan Best Of The Best 2025 Award Asia Winner diberikan kepada tokoh-tokoh yang menunjukkan konsistensi dalam isu strategis seperti pemberdayaan perempuan, pengembangan seni, pendidikan budaya, serta berbagai program kreatif yang menyasar penguatan kapasitas masyarakat.
Leo menambahkan bahwa momen penghargaan ini digagas untuk menjadi ruang apresiasi bagi para profesional dan tokoh yang selama ini bekerja jauh dari sorotan. Baginya, setiap penghargaan menyimpan kisah perjuangan: cerita tentang kegigihan, jatuh bangun, serta keberanian untuk terus memberikan dampak bagi orang lain.
“Penghargaan bukan hanya piala, melainkan pengakuan atas dedikasi dan konsistensi. Malam ini kita merayakan pencapaian, tetapi juga merayakan perjalanan panjang di baliknya,” pungkasnya.
Penghargaan yang diterima Destita pun kini menjadi inspirasi baru bagi masyarakat Bengkulu, terutama bagi perempuan yang ingin berkontribusi lebih besar di ranah publik. Melalui pengakuan berskala Asia ini, kiprah Destita semakin mempertegas bahwa inovasi dan kepemimpinan perempuan Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan